Connect with us

Internasional

Ukraina Evakuasi Wartawan Asing, Aktivis, Warga Afghanistan

Diterbitkan

pada

Pengungsi anak-anak menunggu penerbangan berikutnya setelah didaftarkan di Bandara Internasional Hamid Karzai, di Kabul, Afghanistan, Kamis (19/8/2021). Gambar diambil 19 Agustus 2021. 1stLt. Mark Andries/U.S. Marine Corps/Handout via Reuters/AWW/djo (via Reuters/US Marines)

Kyiv – Sebuah pesawat militer Ukraina telah mengevakuasi 83 orang dari Kabul, termasuk wartawan, aktivis, serta perempuan dan anak-anak Afghanistan, kata Menteri Luar Negeri Dmytro Kuleba, minggu (22/8/21).

Ribuan orang yang ingin pergi menghindari kekuasaan Taliban di Afghanistan telah berkerumun di bandara. Sementara Amerika Serikat dan negara-negara lainnya berupaya mengevakuasi ribuan diplomat dan warga sipil mereka serta warga Afghanistan.

“Hari ini, sebuah pesawat militer Ukraina membawa 83 orang keluar dari Kabul. 31 warga Ukraina+para warga negara asing: jurnalis @RFERL, @WSJ, @USATODAY, aktivis hak asasi manusia, perempuan dan anak-anak Afghanistan,” kata Kuleba melalui cuitan.

“Mereka sudah aman di Kyiv. Kita tidak meninggalkan warga negara kita, kita juga membantu yang lainnya. Sedang berupaya untuk melakukan evakuasi lebih lanjut,” tulis Kuleba.

Dalam pernyataan terpisah, kantor presiden Ukraina mengatakan ada 100 warga Ukraina yang masih berada di Afghanistan. Ukraina pekan lalu membantu evakuasi Sahraa Kairimi, seorang produser film Afghanistan. Serta perempuan pertama yang mengepalai Organisasi Film Afghanistan badan pemerintah setempat.

Taliban pada Minggu melakukan penertiban di luar bandara. Kelompok itu melepaskan tembakan ke udara dan menggunakan pentungan untuk memaksa orang-orang antre secara tertib di pintu-pintu masuk utama dan agar mereka tidak berkerumun melewati garis yang ditetapkan, kata para saksi mata. (antara/tm/ed:yr)

Continue Reading
Advertisement

Internasional

AS Pertimbangkan Bebas Visa untuk 4 Negara

Diterbitkan

pada

Arsip Foto - Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Alejandro Mayorkas di Washington, 24 September 2021. ANTARA/Reuters/as.

Washington, Amerika Serikat – Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat Alejandro Mayorkas pada Selasa mengatakan bahwa AS sedang mempertimbangkan untuk menambahkan empat negara ke dalam program bebas visanya.

Program bebas visa itu memungkinkan warga asing datang ke AS tanpa visa untuk masa tinggal hingga 90 hari.

“Kami memiliki empat kandidat dalam proses: Israel, Siprus, Bulgaria dan Rumania,” kata Mayorkas dalam sebuah acara industri perjalanan pada Selasa (26/10).

“Kami sangat, sangat fokus pada program ini,” ujar Mayorkas. Dia juga menyebutkan program itu memberikan manfaat ekonomi dan keamanan yang signifikan.

Pada September, AS menambahkan Kroasia ke dalam program bebas visanya.

Kepala Eksekutif Asosiasi Perjalanan AS Roger Dow mengatakan penambahan Kroasia dalam daftar bebas visa AS itu berkontribusi pada peningkatan devisa senilai 100 juta dolar AS (sekitar Rp1,42 triliun) bagi ekonomi Negeri Paman Sam itu.

“Setiap kali Anda menambahkan salah satu negara (ke dalam daftar bebas visa) ini, perjalanannya akan meningkat pesat,” kata Dow.

Pihak Gedung Putih pada Agustus mengatakan bahwa Biden menekankan “pemerintahannya akan memperkuat kerja sama bilateral dengan Israel dengan cara yang akan menguntungkan warga AS dan warga Israel, termasuk dengan bekerja sama untuk memasukkan Israel dalam program bebas visa AS.”

Pernyataan tersebut disampaikan Gedung Putih setelah pertemuan antara Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett.

Mayorkas juga telah bertemu dengan Duta Besar Israel untuk AS pada Agustus dan keduanya membahas isu bebas visa.

Pada Februari, Mayorkas berbicara dengan Komisaris Komisi Eropa untuk Urusan Dalam Negeri dan keduanya “menyatakan minat yang berkelanjutan dalam mempertahankan Perjanjian Catatan Nama Penumpang AS-EU dan bekerja sama dengan Bulgaria, Kroasia, Siprus, dan Rumania untuk memenuhi kualifikasi untuk Program Bebas Visa.”

Untuk mengikuti program tersebut, setiap negara harus memenuhi persyaratan terkait kontraterorisme, penegakan hukum, penegakan imigrasi, keamanan dokumen, dan pengelolaan perbatasan.

Saat ini ada 40 negara yang termasuk dalam program bebas visa AS.

“Persyaratan ini termasuk memiliki tingkat penolakan visa non-imigran di bawah 3 persen, mengeluarkan dokumen perjalanan yang aman, dan bekerja sama dengan penegak hukum dan otoritas kontraterorisme AS,” kata Departemen Keamanan Dalam Negeri AS pada September.(reuters)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: