Ujug-Ujug Diberi Bansos, Tak Taunya Nenek Banyuwangi Malah Jadi Korban Gendam

BANYUWANGI, MADU TV – Nasib apes dialami oleh seorang nenek tua renta asal Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur. Setelah menjadi korban gendam oleh orang tak dikenal, pelaku berhasil membawa kabur emas seberat 27 gram senilai puluhan juta rupiah. Korban terperdaya oleh tawaran paket bantuan sosial atau bansos berupa sejumlah beras dan makanan kaleng hingga pelaku berhasil memperdayainya.

Raut muka nenek Rahijo masih terlihat kecut saat ditemui di rumahnya, di Dusun Krajan, Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi. Rahijo tak menyangka bahwa perhiasannya berupa kalung dan gelang emas seberat 27 gram bakal raib digondol pelaku. Dia heran bagaimana seorang wanita seusianya masih saja dikelabui oleh pelaku yang dianggapnya memiliki ilmu gendam.

Ditemani cucunya, Muhammad Abdullah, nenek Rahijo menceritakan bagaimana ia diperdaya oleh pelaku yang berbadan tegap dengan kumis tipis tersebut. Pelaku mulanya menawarkan paket bansos berupa beras dua sak kemasan lima kilogram dan dua kaleng berisikan biskuit. Dengan modal hanya status janda yang ia sandang, Rahijo didatangi oleh pelaku yang kemudian memintanya mencopot perhiasan yang dikenakannya dan mengganti pakaiannya dengan model lama agar terlihat seperti orang tak mampu.

Namun, ketika masuk ke kamar, pelaku membuntutinya yang kemudian melakukan aksi gendam. Tanpa sadar, pelaku kemudian mengacak-acak isi lemari Rahijo dan berhasil membawa kabur kalung dan gelang. Sisanya, kalung yang ia kenakan juga tak luput dibawa kabur pelaku.

Mohammad Abdullah, cucu korban, mengatakan bahwa teriakan Rahijo sempat didengar tetangganya, namun pelaku berhasil kabur bersama motor Yamaha N-Max warna putih. Atas peristiwa ini, nenek Rahijo telah melapor ke Polsek Kalibaru.

Kasus ini sudah ditangani dan diselidiki oleh polisi. Polsek Kalibaru telah melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk mengamankan beras dan kaleng biskuit yang digunakan untuk mengelabuhi korban.

Wartawan : Agus Winardi | Editor : Riaza Romy