TULUNGAGUNG – Sejumlah Siswa Di Kabupaten Tulungagung, Kesulitan Untuk Mengikuti Pelajaran Yang Dilakukan Secara Online

TULUNGAGUNG – Sejumlah Siswa Di Kabupaten Tulungagung, Kesulitan Untuk Mengikuti Pelajaran Yang Dilakukan Secara Online

Sejumlah siswa di Kabupaten Tulungagung, kesulitan untuk mengikuti pelajaran yang dilakukan secara online. Sulitnya mencari sinyal internet membuat para siswa harus belajar di tepi jalan. Beberapa diantaranya juga terpaksa membeli voucer internet, yang disediakan oleh sebuah tempat wisata. Untuk membantu para siswa ini, pihak sekolah memberikan bantuan paket internet data sebesar 10 ribu rupiah per bulan nya.

Para siswa di desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, kesulitan mengikuti pelajaran yang diselenggarakan secara online. Susahnya untuk mendapatkan sinyal internet di desa ini, membuat mereka harus berusaha mencari jaringan di beberapa lokasi. Diantaranya dengan membeli voucer internet, di sebuah tempat wisata yang ada di desa tersebut.

Voucer internet ini dijual dengan harga tiga ribu rupiah untuk dua orang. Voucer tersebut bisa digunakan selama 12 jam. Para siswa menggunakan voucer ini untuk mengunduh materi dan tugas, yang di bagikan guru melalui grup whatsapp. Mereka menyisihkan uang saku harian, untuk membeli voucer internet ini.

Selain itu sejumlah siswa juga harus mencari jaringan internet di pinggir jalan. Tidak meratanya jaringan internet di desa ini membuat mereka harus mengetahui titik yang mempunyai sinyal internet kuat. Meskipun kesulitan untuk mendapatkan jaringan internet, namun para siswa ini tetap berusaha mengikuti materi mata pelajaran, yang diberikan oleh guru.

Pihak sekolah sendiri sebenarnya sudah menyediakan layanan internet, untuk diakses siswa di sekolah mereka. Namun adanya peraturan yang melarang siswa datang ke sekolah, membuat mereka harus mencari sinyal internet di beberapa lokasi. Untuk membantu para siswa, pihak sekolah mengalokasikan dana bantuan operasional sekolah, B-O-S, sebesar 10 ribu rupiah per siswa setiap bulan, guna dibelikan paket data.

Pihak desa setempat juga menyiapkan layanan internet di balai desa. Namun jika jumlah siswanya terlalu banyak, maka jaringan internet akan menjadi lambat. Selain itu mereka juga menyediakan voucer internet di tempat wisata bukit tanggul manik, yang juga menjadi salah satu bumdes milik desa.

Selain masalah internet, desa ini juga sering mengalami pemadaman listrik. Kondisi ini menambah sulit siswa untuk bisa belajar. Mereka berharap situasi pandemik ini bisa segera berakhir, dan aktvitas belajar bisa dilakukan di sekolah.