TRENGGALEK – Dari 22 Tempat Wisata hanya 14 yang Lulus Verifikasi

TRENGGALEK – Dari 22 Tempat Wisata hanya 14 yang Lulus Verifikasi

Memasuki era new normal di Kabupaten Trenggalek telah mulai membuka 14 destinasi wisata.

Untuk menimalisir resiko penyebaran Covid-19, sementara waktu tempat wisata hanya menerima kunjungan wisatawan lokal asal Trenggalek. Datangnya era new normal dengan wacana pembukaan tempat wisata, para pengelola wisata bergegas mengajukan tempat wisatanya agar bisa di buka kembali.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek Sunyoto, mengatakan tim Gugus Tugas telah memverifikasi 22 tempat wisata yang mengajukan pembukaan. Ada 14 tempat wisata yang telah memenuhi persyaratan, 8 di antaranya tak memenuhi standar. Agar bisa membuka kembali tempat wisata, para pengelola harus memenuhi 3 hal utama yang  menjadi pertimbangan.

Pertama, aspek peralatan. Tempat wisata yang buka harus memiliki alat-alat yang berhubungan dengan protokol Covid-19. Contohnya, tempat cuci tangan dan alat pengukur tubuh.

Sedangkan yang kedua, aspek sumber daya manusia. Pembagian tugas untuk pengelola juga harus standar protokol Covid-19, dan  yang terakhir, soal konsep penerapan physical distancing di lokasi wisata. Tempat wisata harus memungkinkan para wisatawan untuk menjaga jarak. Serta membatasi jumlah pengunjung maksimal 50 persen kapasitas.

Setelah 14 tempat wisata dibuka, pihaknya akan menerjunkan tim untuk memantau dan mendampingi kegiatan rekreasi. Ini untuk memastikan kegiatan pariwisata tak melanggar aturan. Jika ada yang melanggar protokol kesehatan destinasi wisata yang telah buka di Trenggalek bisa ditutup lagi.

8 tempat wisata yang belum memenuhi standar wisata new normal bukan berarti tidak boleh di buka, tetapi mereka harus memenuhi standar agar bisa membuka tempat wisatanya kembali.

Selain itu, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, mengatakan 14 wahana wisata yang dibuka telah memenuhi protokol kesehatan dalam proses verifikasi yang dilakukan oleh tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Trenggalek. Semua wisata yang telah di buka akan di pantau oleh dinas kesehatan, sehingga kami lihat apabila protokol kesehatan tidak ditegakkan, harus ditutup sementara. Kemudian dibenahi lagi.