
Kediri – Dua Anak di bawah umur di wilayah Kelurahan Ngampel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, nyaris menjadi korban aksi penculikan yang terduga dilancarkan 4 orang dengan menggunakan Mobil. Peristiwa percobaan penculikan itu terjadi pada Kamis (15/7/21) sekira pukul 14.30 di lingkungan RT 29 RW 04.
Kronologi awal sekira pukul 20.05 ada pengakuan pelaporan. Laporan ini dari Eko Prasetyo Warga RT 29, selaku orang tua korban. Ia melapor kepada Ketua RT 29 RW 04 bahwa sekira pukul 14.30 wib di lokasi RT 29, tepatnya di sebelah selatan Wilayah RT 29 perbatasan dengan Kelurahan Bujel, ada pencobaan penculikan anak ASA (9) dan FDD (2). Anak tersebut bermain di depan rumah dan saat itu neneknya ke kamar mandi. Tiba-tiba ada Mobil Warna Hitam dari arah Utara dan berhenti tepat di depan Rumah korban. Korban mendapat iming-iming permen, namun korban menolak. Akhirnya tersangka mencoba keluar dari mobil dan korban merasa takut masuk ke rumah. Tersangka langsung meninggalkan lokasi.
Kanit Reskrim Polsek Mojoroto Kota Kediri, IPDA Sarwo Edi, mengaku, sejauh ini belum ada laporan. “Korban tidak melapor dan saya ini bersama Bhabinkamtimas,”ungkapnya, Jumat (16/7/21) Pagi. Sementara itu, menurut data terhimpun, dada dugaa,n ada 4 orang laki-laki yang ada di dalam mobil.
Terpisah Ketua Forum Komunikasi RT/RW Kota Kediri Agung Pribadi menegaskan, pihaknya akan melakukan pengalian data. Pengecekkan kebenaran informasi itu, kalaupun itu benar maka kami berharap untuk bisa viral guna mencegah hal itu terjadi lagi serta bisa membuat masyarakat waspada.
“Di kondisi masa Pandemi ini memang bentuk bentuk kejahatan bisa saja terjadi, namun, di Kota Kediri modus seperti itu tergolong langka. Biasanya di Kota Kota besar, namun ia tetap berharap agar kasus seperti itu segera pihak berwajib tindak lanjut. Sehingga, pihak berwajib dalam hal ini kepolisian bisa juga mengantisipasi-berjaga jaga agar kejahatan seperti itu tidak terjadi di Kediri,”tandasnya.
“Bisa jadi pelaku-pelaku itu sindikatnya banyak dan ia hanya mendapatkan pesanan untuk melancarkan di daerah daerah tertentu. Biasanya wilayah perbatasan pedesaan yang jauh dari pantauan warga maupun pihak keamanan,”tambahnya.
Ia juga berpesan kepada Ketua RT RW di seluruh Wilayah Kota Kediri di Tiga Kecamatan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan semua aksi kejahatan khususnya seperti itu serta memviralkan agar semua masyarakat memiliki kewaspadaan agar kasus ataupun peristiwa itu tidak terulang. (me)







