
Pekalongan, Jawa Tengah – Dalam acara Literasi Digital Santri Milenial yang digelar oleh Dunia Santri Community, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, Nezar Patria, mengungkapkan pandangannya yang optimis terkait peran penting santri dalam menyebarkan budaya digital yang sejalan dengan ajaran agama. Dalam sambutannya, Wakil Menteri Nezar Patria menegaskan bahwa santri juga memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga dan menyebarkan nilai-nilai luhur di dunia digital.
Acara yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di bidang pendidikan dan komunikasi, seperti Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Pusat Ubaidillah, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Muhamad Hasan Chabibie, serta perwakilan dari berbagai perguruan tinggi Islam di Jawa Tengah, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memajukan literasi digital di kalangan santri.
Dalam pidatonya, Wakil Menteri Nezar Patria menekankan bahwa era digital saat ini memerlukan pendekatan yang holistik dalam penyebaran informasi yang bermanfaat dan sesuai dengan nilai-nilai agama. Ia menilai bahwa para santri milenial memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan positif di dunia maya dengan membagikan konten-konten yang mendukung moralitas dan etika yang tinggi.
“Saya sangat yakin bahwa para santri memiliki kemampuan untuk mengisi ruang digital dengan konten-konten yang mempromosikan kerukunan, persaudaraan, dan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Nezar Patria. “Sebagai generasi penerus, santri milenial memiliki tanggung jawab untuk menjaga keaslian budaya bangsa serta melestarikan dan menyebarkan ajaran agama dengan cara yang dapat merangkul semua lapisan masyarakat.”
Sementara itu, Abdullah Hamid, Direktur Dunia Santri Community, menyambut positif kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan para santri dalam mengembangkan literasi digital yang beretika. “Melalui sinergi yang baik, kami yakin dapat menciptakan ekosistem digital yang lebih seimbang dan berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih sadar teknologi dan beradab,” tutur Abdullah Hamid.
Para peserta acara yang terdiri dari perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Islam di Jawa Tengah pun antusias menyambut wacana literasi digital ini. Mahasiswi salah satu perguruan tinggi, Nisa Nuraini, berpendapat bahwa acara seperti ini memberikan ruang bagi para santri milenial untuk mendiskusikan bagaimana mereka dapat berkontribusi positif dalam dunia digital.
Dengan semangat kolaborasi dan kearifan lokal, harapannya, literasi digital yang diusung oleh Dunia Santri Community dan dukungan dari berbagai pihak akan mampu melahirkan generasi santri yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga cerdas dalam mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan dan kebaikan dalam ekosistem digital yang semakin berkembang.







