TIGA KELUARGA KORBAN TRAGEDI KANJURUHAN MELAPOR KE POLRES MALANG

139

MALANG – Upaya hukum keluarga korban tragedi Kanjuruhan untuk mencari keadilan masih terus dilakukan. Selasa (13/12/2022), tiga keluarga korban mendatangi Polres Malang untuk membuat laporan.

Mereka didampingi tim advokasi bantuan hukum Aremania menggugat yang tergabung dalam Sekretaris Bersama (Sekber). Dengan tambahan tiga keluarga korban ini, maka total ada tujuh keluarga korban yang melapor.

Sebelumnya, Senin (14/11/2022) lalu, tiga keluarga korban tragedi Kanjuruhan membuat laporan ke Satreskrim Polres Malang. Tiga orang pelapor ini mewakili keluarga dari empat korban meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan.

Ketiga orang ini statusnya ada yang istri ataupun suami korban, kakak kandung dan juga anak kandung korban. Salah satunya adalah Eka Wulandari, istri mendiang Iwan Junaedi alias Sam Nawi.

Sam Nawi merupakan pentolan Aremania yang ada di tribun utara atau curva nord ketika tim Arema bermain di Stadion Kanjuruhan. Sam Nawi meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan pada Sabtu, 1 Oktober 2022 lalu.

Tuntutan yang diajukan pelapor adalah agar kasus tragedi Kanjuruhan dapat diusut tuntas. Para pelaku penembakan gas air mata ke tribun bisa dihukum setimpal dengan pasal 338 dan 340 KUHP.

Ada 21 nama terlapor yang dilaporkan dalam laporan model b. Mereka adalah yang terlibat langsung dalam tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 lalu. Sebanyak 15 orang di antaranya merupakan pihak kepolisian.

21 nama terlapor di antaranya adalah Ketua PSSI Mochammad Iriawan, Direktur PT LIB Akhmad Hadian Lukita, Direktur Utama PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia Iwan Budianto, dan Panpel Arema FC Abdul Haris.

Kemudian, security officer Panpel Arema FC Suko Sutrisno, Mantan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Mantan Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat, hingga Bupati Malang Sanusi.

Sementara, tiga keluarga korban yang melapor semuanya berasal dari Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, yakni Minsaiin, orang tua Almarhum Rio Adit Setiawan. Lalu, Budi Suwignyo orang tua Almarhum Wahyu Nur Utomo, dan Handoyo orang tua Almarhumah Elizabeth Agustin.