TERSANGKA KORUPSI DANA BANTUAN PESANTREN, PEGAWAI KEMENAG DITANGKAP KEJAKSAAN

141

NGANJUK – Setelah melalui rangkaian proses penyidikan oleh Kejaksaan Negeri Nganjuk terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi Penyaluran Dana Bantuan Operasional Pesantren (BOP) dan Pendidikan Islam di masa pandemi COVID-19 tahun 2020.

Jaksa penyidik, Kejaksaan Negeri Nganjuk melakukan penahanan terhadap tersangka MS yang merupakan staf pada Seksi Pontren Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk pada Kamis (8/12/2022) sore.

berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka telah melakukan pemotongan dan mengambil pencairan dana BOP yang diperuntukkan untuk PONPES dan TPQ.

Akibatnya, Keuangan Negara mengalami kerugian sekitar 700 juta rupiah dengan jumlah korban kurang lebih 50 lembaga TPQ. dalam perkara ini jaksa penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang terkait dengan perbuatan tersangka.

MS ditahan di Rutan Kelas II-B Nganjuk sekira pukul 15.00 WIB setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan di Ruang Pidsus Kejaksaan Negeri Nganjuk sejak pagi hari, selama pemeriksaan hingga penahanan.

Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk Nophy Tennophero Suoth melalui Kasi Pidsus Andie Wicaksono mengatakan untuk tahap awal ini pihaknya menahan MS selama 20 hari ke depan. Di mana beberapa waktu sebelumnya MS ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dana BOP untuk ponpes di Kabupaten Nganjuk.

Sementara itu, Kepala Kementrian Agama Nganjuk Afif Fauzi membenarkan bahwa tersangka MS merupakan staf pada seksi pontren pada saat itu dan telah dipindah tugaskan menjadi staf biasa pada saat ini. pihaknya menambahkan bahwa kejadian ini menjadi peringatan untuk berhati-hati dalam melaksanakan tugas di ranah peraturan perundangan undangan.

Atas perbuatannya,  tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat 1 juncto pasal 18 undang undang nomor 31 tahun 2019 dan pasal 3 juncto pasal 18 undang-undang nomor 31 tahun 2019 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Hingga saat ini, jaksa penyidik Kejaksaan Negeri Nganjuk masih mendalami kasus tersebut yang dimungkinkan masih ada tersangka lain.