NGANJUK – Terlilit Pinjaman Online Seorang Mantan Satpam Nekat Merampok Di Bank Tempatnya Bekerja

433

NGANJUK – Terlilit Pinjaman Online Seorang Mantan Satpam Nekat Merampok Di Bank Tempatnya Bekerja Akibat terlilit pinjaman online, seorang pemuda di Kabupaten Nganjuk Jawa Timur nekad merampok sebuah Bank Perkreditan Rakyat setempat.

Ironisnya, pelaku adalah mantan satpam yang sempat bekerja selama dua bulan di bank tersebut. Dalam aksinya, pelaku mengancam para karyawan bank dengan menggunakan sebilah celurit.

Dengan waktu kurang dari 15 menit,pelaku yang beraksi seorang diri ini pun berhasil membawa kabur uang tunai puluhan juta rupiah. Unit Reskrim Polsek Kertosono,Kabupaten Nganjuk Jawa Timur, berhasil menangkap pelaku perampokan di kantor Bank Perkreditan Rakyat, Nagajayaraya Sentra Sentosa Kertosono.

Pelaku adalah Bagus Putra Wahyu (26), warga Desa Drenges, Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk Jawa Timur. Pelaku berhasil ditangkap di rumahnya, setelah buron selama tiga minggu. Ironisnya, pelaku merupakan mantan satpam yang pernah bekerja di BPR tersebut selama dua bulan.

Dalam rekonstruksi yang digelar unit reskrim Polsek Kertosono, diketahui pelaku memeragakan 5 adegan perampokan dengan cepat yaitu saat datang dengan membawa motor, masuk ke kantor BPR, mengancam sejumlah karyawan dan mengambil sejumlah uang kemudian kabur ke arah barat. Dari hasil ungkap kasus ini diketahui, pelaku nekat melakukan aksi perampokan di BPR tersebut karena terlilit pinjaman online.

Selain pinjaman online, pelaku juga memiliki sejumlah hutang dengan total hampir 30 juta rupiah. Karena tertekan dengan sejumlah penagih hutang yang datang ke rumahnya, akhirnya dengan gelap mata pelaku pun nekad melancarkan aksinya dengan menggunakan senjata tajam. Sementara itu, Kapolsek Kertosono Nganjuk kompol Djamin menjelaskan, dalam aksinya pelaku membawa sebilah celurit dan mengancam sejumlah pegawai bank, hingga petugas kasir menyerahkan uang sebanyak 24 juta rupiah kepada pelaku.

Aksi perampokan tersebut terjadi, pada 9 oktober 2020 lalu dan pelaku berhasil ditangkap selang 3 minggu kemudian, saat berada di rumahnya. Selain mengamankan pelaku, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit motor yang dipakai pelaku saat beraksi, dua HP dan uang tunai sebesar Rp. 6 juta.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya pelaku dijerat dengan pasal 365 dan atau 368 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.