Beranda Berita Terkendala Administrasi Kependudukan Hanya 70 Persen Warga Binaan Lapas Tulungagung Dapat Mencoblos

Terkendala Administrasi Kependudukan Hanya 70 Persen Warga Binaan Lapas Tulungagung Dapat Mencoblos

101
0

Berakhirnya masa perpanjangan pelayanan pindah memilih, atau formulir A-5, pemilu serentak 2019, memaksa K-P-U Tulungagung, Jawa Timur, melaksanakan jemput bola pelayanan pindah memilih terhadap ratusan warga binaan lapas setempat, agar dapat menggunakan hak suaranya, 17 April mendatang. Terkendalanya administrasi kependudukan, diperkirakan hanya 70 persen napi dan tahanan, dapat mencoblos di T-P-S khusus lapas. Untuk mempermudah pelayanan pindah memilih kepada warga binaan pemasyarakatan lapas kelas 2-B Tulungagung, Jawa Timur, yang berakhir tanggal 10 April, membuat K-P-U setempat, harus melakukan jemput bola layanan pindah memilih, terhadap 618 napi dan tahanan. Jemput bola ini, dilakukan kerena hingga masa berakhir pelayanan pindah memilih, pihak lapas masih melengkapi administrasi kendudukan warga binaan, agar dapat masuk ke D-P-T-B. Sedangkan hingga saat ini, warga binaan pemasyarakatan Lapas Kelas 2-B Tulungagung, yang sudah memiliki formulir A-5, hanya 214 orang, dan itupun kebanyakan napi dan tahanan warga Tulungagung. Sehingga untuk 404 napi dan tahanan tersebut, harus selesai di masa berakhirnya layanan pindah memilih ini, agar mereka dapat menggunakan hak suaranya pada tanggal 17 April mendatang.  Sementara itu, Kasi Binadik dan Giataja Lapas Kelas 2-B Tulungagung, Dedi Nugroho, mengatakan bahwa hingga saat ini, pihaknya masih mengecek satu per satu administrasi kependudukan warga binaan, agar dapat masuk dalam D-P-T-B. Untuk warga binaan lapas asal Tulungagung yang berjumlah 297 orang, yang telah memiliki formulir A-5 Hanya 214. Sedangkan untuk warga binaan lapas dari luar Tulungagung, hampir seluruhnya belum memiliki formulir A-5, karena terkendala adiministrasi rekam kependudukan, sehingga mereka tidak tercatat ke dalam D-P-T alamat asalnya. Meski pihak lapas berharap seluruh napi dan tahanan mendapatkan formulir A-5, namun diperkirakan hanya 70 persen yang dapat menggunakan hak suaranya di dua T-P-S khusus di dalam lapas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 1 = 1