Tak Dapat Rumah Sakit, Seorang Warga di Blitar Meninggal Dunia di Dalam Mobil

98

Blitar –  Wondo (38) warga Desa/Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar meninggal di dalam mobil. Ia terlambat mendapatkan pertolongan medis setelah mengeluhkan demam selama tiga hari.

Semua rumah sakit yang  ia datangi menolak dengan alasan penuh dan sudah tidak ada ruang untuk pasien. Hingga akhirnya Wondo meninggal dunia di dalam mobil pada Selasa (3/8/2021) pagi.

Pihak keluarga mengatakan, sejak Senin (2/8/2021) korban sudah keluarga usahakan bawa ke sebuah rumah sakit di Kabupaten Blitar, namun kondisi rumah sakit penuh. Lalu pihak keluarga memutuskan untuk membawa ke rumah sakit di Kota Blitar. Ternyata kondisinya sama saja, rumah sakit sudah penuh. Tak putus asa, keluarga kemudian membawa korban ke rumah sakit di Kepanjen Malang, namun lagi-lagi Wondo harus menerima penolakan karena kondisi rumah sakit yang sudah penuh.

Mereka kemudian memutuskan untuk kembali ke Blitar. Dalam perjalanan kembali ke Blitar ini, Wondo menghembuskan nafas terakhir di dalam mobil.
“Tiga rumah sakit menolak semua. Karena penuh,” ujar Uut mertua Wondo, Rabu (4/8/2021). Ironisnya, sesampainya di rumah duka, jenazah tak dibolehkan langsung turun dari dalam mobil. Korban langsung petugas bawa ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk swab tes antigen agar terbukti tak terpapar Covid-19, karena sebelumnya sempat warga tolak.

“Awalnya warga takut, karena korban sebelum meningal sakit demam selama tiga hari. Kemudian tes di rumah sakit hasilnya negatif baru bisa kami makamkan,” pungkasnya. (sk)