STATUS GUNUNG SEMERU TURUN KE LEVEL III

19

LUMAJANG – Meski masih mengalami aktivitas letusan dan beberapa kali meluncurkan Awan Panas Guguran (APG), PVMBG Badan Geologi telah menurunkan status Gunung Semeru di Lumajang dari awas (level IV) ke siaga (level III). Status Semeru itu diturunkan mulai Jumat (3/12) siang pukul 12.00 WIB.

Dari informasi yang dihimpun, berdasarkan pengamatan visual hingga saat ini masih terjadi aktivitas letusan yang mengakibatkan tumpukan material letusan (pyroclastic cone) atau lidah lava. Asap putih dari kawah juga masih teramati saat cuaca cerah tetapi bertekanan lemah.

Tidak hanya itu juga, masih terjadi dua kali APG dengan jarak luncur hingga 6 km ke arah tenggara. Teramati guguran dengan jarak 300-500 m ke arah tenggara. Namun kondisi itu dinilai tidak menunjukkan adanya gejala peningkatan aktivitas yang signifikan dan menyebabkan APG cukup besar.

PVMBG akan meninjau kembali aktivitas Gunung Semeru jika terdapat kemunculan gempa-gempa vulkanik dan deformasi yang berkaitan dengan proses supai magma ke permukaan (gempa low frequency, tremor, tiltmeter dan GPS) dengan kecenderungan signifikan.

Seiring penurunan status gunung semeru tersebut, BPBD Jatim telah mengizinkan masyarakat di pengungsian untuk kembali ke rumah masing-masing. Namun, warga tetap diminta mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi pemerintah.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto menyebutkan saat ini tersisa kurang lebih 300 orang pengungsi di sejumlah lokasi pengungsian yang telah disediakan.

Meski demikian, Gatot mengimbau agar penduduk maupun pengungsi selalu melihat perkembangan informasi yang ada tentang aktivitas Gunung Semeru. Sehingga ketika terjadi sesuatu mereka bisa segera menyelamatkan diri.