fbpx
Connect with us

Berita

Solusi Pemenuhan Kebutuhan Listrik Bagi Nelayan

Diterbitkan

pada

Kurangnya listrik bagi nelayan saat melaut, menjadi pemicu sekelompok mahasiswa Universitas Brawijaya Malang, untuk membuat alat pembangkit listrik bertenaga gelombang laut. Selain kecanggihannya, alat ini juga dapat dibilang sederhana, bisa dirakit oleh nelayan, untuk mendapatkan ikan tangkapan yang berlipat ganda. Ketersediaan listrik selama melaut bagi para nelayan, kini bisa terpenuhi dengan adanya temuan mahasiswa, yang disebut caption, atau Cantilever Piezoelectric Energy Harvester with energy Bank System For Fisherman. Alat bertenaga gelombang laut ini merupakan karya para mahasiswa, jurusan teknik elektro-fakultas teknik Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, disebut sebagai inovasi teknologi terbarukan. Tim ini diketuai Kevin Rachman Firdaus, dan beranggotakan Ariq Kusuma Wardana, dan Muhammad Mufti Fajar. Penciptaan caption, dilatarbelakangi oleh kurang meratanya elektrifikasi masyarakat pesisir, sehingga hasil tangkapan ikan saat melaut relatif sedikit. Energi listrik yang bergantung pada mesin kapal saat melaut, menambah biaya operasional, dan berdampak pada hasil tangkapan ikan. Secara sederhana, gerakan naik turunnya gelombang laut, ditangkap pelampung dan menggerakkan seperangkat gear, serta menggerakkan Kantilever Piezoelectric, yang mengayun pada jarak tertentu secara berulang. Energi kinetik ini, kemudian berubah menjadi energi listrik dan disimpan dalam aki kering atau baterai. Hasil penelitian ini menyebutkan, selama melaut antara 6 hingga 8 jam, nelayan bisa mengumpulkan 17 koma 84 hingga 22 koma 12 watt hour melalui caption. Besaran energi listrik ini, dapat bertambah jika di dalam 1 perahu dipasang sejumlah alat caption secara terintegrasi. Kevin Rachman Firdaus – Mahasiswa, “Caption ini sangat murah,900 ribu,bisa menghasilkan listrik 6 sampai 8jam bisa 22 watt our.kalau kita ngecas didarat semisal pakai generator, maka daya yang dihasilkan oleh caption ini akan bertambah seperti itu,mungkin bisa dibilang lebih eko nomis caption”. Alat ini dapat dibuat oleh nelayan dengan mudah, dan seluruh alat elektronik pendukungnya tersedia di toko. Perangkat mekanis yang digunakan pun, dapat memanfaatkan suku cadang bekas, dari mesin kapal atau mesin sepeda motor. Kedepan, alat ini akan terus dikembangkan, sehingga energi listrik yang dihasilkan bisa lebih besar lagi.

download madu tv di playstore

Continue Reading
Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Radio MDSFM

Madu TV Channel

Linked Media

%d blogger menyukai ini: