Sidoarjo – Mantan TKI Sulap Mobil Rosokan Jadi Mobil Layak Jalan

330

Sidoarjo – Seorang mantan Tenaga Kerja Indonesia asal Sidoarjo Jawa Timur, membuka bengkel modifikasi. Mobil rosokan, ia sulap menjadi mobil layak jalan dan mbois. Usaha yang ia bangun belasan tahun itu, sempat terpuruk akibat badai pandemi. Dengan kerja keras dan semangat berkarya, bengkelnya itu mulai bergeliat, dengan membuat karya restorasi mobil.

Bengkel modifikasi khusus Hard Top dan Willys Milik Ahmad Suparlan, di Desa Gelang, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo Jawa Timur. Berdiri sejak tahun 2007 lalu, sempat terdampak pandemi Covid 19.

Bengkel ini tidak saja melakukan servis ringan, juga melakukan restorasi mobil rongsokan, yang kemudian menjadi mobil layak jalan.

Bermodal ketrampilannya sebagai mekanik mobil di Timur Leste dan Australia. Ahmad Suparlan mendirikan bengkel modifikasi khusus Hardtop dan Willys.

Penghasilannya  dari memperbaikai mobil rosokan, menjadi mobil layak jalan, mencapai 30 hingga 40 juta perbulan. Namun, setelah terdampak Covid 19 menurun dratis hanya 10-15 juta perbulan.

Bahkan, Cak Mad panggilan akrabnya terpaksa mengurangi jumlah karyawannya, dari tujuh orang menjadi empat orang.

Guna bertahan agar bengkel modifikasi tetap beroperasi. Mereka menjual berbagai komponen mobil bekas khusus Hard Top dan Willys, ke para komunitas mobil yang memiliki sarat sejarah tersebut.

Meski belum kembali pulih seperti sebelum pandemi. Namun, bengkel modifikasi ini mulai kembali merakit mobil rongsokan, untuk ia jadikan mobil layak jalan. Dengan memperbaiki mesin hingga bodinya.

Mobil restorasi karya Ahmad Suparlan ini, ia jual berkisar antara 45-hingga seratus juta rupiah. Tergantung kondisi mesin dan body mobil. Para pembeli mobil hasil restorasi ini tidak saja datang dari Sidoarjo. Banyak dari luar kota seperti Blitar, Pacitan, Bromo Pasuruan.(mk)