Connect with us

Jawa Timur

Serapan APBD Jember Tahun Anggaran 2021 Masih Rendah

“ Serapan anggaran beberapa OPD masih berkisar 38 hingga 40 persen karena alasan sistem dan mutase “

Diterbitkan

pada

Rapat kerja Komisi A dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil terkait pembahasan Raperda P-APBD 2021 di ruang Komisi A DPRD Jember, Rabu (13/10/2021). ANTARA/Zumrotun Solichah

Jember – Sejumlah komisi di DPRD Jember menyampaikan bahwa serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021 di beberapa organisasi perangkat daerah masih rendah, tidak sampai 50 persen.

“Hampir semua OPD mitra kerja Komisi A serapan anggarannya masih di bawah 50 persen,” kata Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni usai rapat dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di DPRD Jember, Jawa Timur, Rabu.

Semua komisi yakni Komisi A, Komisi B, Komisi C, dan Komisi D melakukan rapat kerja dengan OPD mitra kerja komisi masing-masing terkait pembahasan Raperda Perubahan APBD Jember tahun anggaran 2021 pada 11-13 September 2021.

Menurutnya, ada situasi yang menyebabkan serapan APBD Jember rendah karena penetapan APBD tahun 2021 baru disahkan pada April 2021, sehingga banyak kendala yang dihadapi perangkat daerah dalam melaksanakan program kerjanya.

“Saya pesimis kalau serapan APBD 2021 bisa mencapai 100 persen pada akhir tahun karena saat ini tersisa dua bulan aktif untuk merealisasikan semua program kerja masing-masing OPD,” tuturnya.

Ia menjelaskan kondisi serapan APBD Jember tahun anggaran 2021 yang masih rendah dapat dijadikan evaluasi bagi Pemkab Jember untuk memperbaiki kinerjanya pada APBD tahun 2022.

“Kami berharap penyerahan nota pengantar untuk membahas APBD 2022 tepat waktu dan tidak terlambat lagi agar tahapannya dapat berjalan normal, sehingga bisa dibahas pada November 2021 dan pada Januari 2022 bisa langsung melaksanakan kegiatan,” katanya.

Rendahnya serapan APBD di beberapa OPD juga diakui oleh Ketua Komisi B DPRD Jember Siswono yang menyampaikan mitra kerja OPD di komisinya juga masih berjalan stagnan.

“Serapan anggaran beberapa OPD masih berkisar 38 hingga 40 persen karena alasan sistem dan mutasi, sehingga pejabat atau pegawai yang dipindah harus menyesuaikan lagi,” ujarnya.

Kendati demikian, ia berharap masing-masing OPD bekerja maksimal dalam menyerap anggaran terutama untuk kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Sementara dikonfirmasi terpisah, Bupati Jember Hendy Siswanto optimistis serapan APBD bisa mencapai 90 persen pada akhir tahun 2021, sehingga minta semua OPD menggenjot program kerjanya.

“Semua OPD sudah membuat surat pernyataan kesanggupan untuk segera melaksanakan kegiatan dan merealisasikan anggaran di atas 90 persen,” katanya.

Ia mengatakan serapan APBD 2021 harus digenjot karena efektif tahun anggaran berjalan tersisa dua bulan, sehingga pihaknya akan meningkatkan pengawasan dalam realisasi program kerja di masing-masing OPD.(antara/*)

Continue Reading
Advertisement

Jawa Timur

Bencana Angin Kencang Melanda Wilayah Jember, Pohon Tumbang Timpa Mobil

Diterbitkan

pada

Pohon tumbang menimpa sebuah mobil yang diparkir di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Jember, Rabu (27/10/2021). (ANTARA/Zumrotun Solichah)

Jember – Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Heru Widagdo mengatakan bencana angin kencang yang menyebabkan sejumlah pohon tumbang terjadi di 10 lokasi yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu siang hingga sore hari.

“Sejumlah pohon tumbang di beberapa lokasi akibat angin kencang dan salah satunya di Jalan Ahmad Yani Jember yang menimpa sebuah mobil yang diparkir di tepi jalan,” katanya di Jember.

Berdasarkan data, lokasi pertama pohon tumbang akibat angin kencang terjadi di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari yang menutup sebagian akses jalan raya setempat, kemudian lokasi kedua di Jalan Ahmad Yani terdapat sebuah pohon trembesi berdiameter 80 cm tumbang menimpa mobil hingga mengalami rusak sedang.

Lokasi ketiga di Jalan Sumatera yang berada di Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, selanjutnya lokasi keempat di depan ruang terbuka hijau di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates.

Pohon tumbang juga terjadi di depan SMA Negeri 5 Jember yang berada di Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang. Lokasi keenam di Jalan Mohammad Yamin di depan Perumahan Taman Anggrek yang berada di Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates.

Angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang di Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari; Desa Pontang di Kecamatan Ambulu, Desa Garahan di Kecamatan Silo, dan lokasi terakhir di Kelurahan/Kecamatan Patrang.

“Petugas gabungan mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa sebuah mobil di Jalan Ahmad Yani dan beberapa lokasi lainnya, sehingga akses jalan kembali normal,” katanya.

Heru mengatakan tidak ada korban jiwa dalam bencana angin kencang yang melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Jember tersebut, namun pihaknya mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati.

Ia mengimbau masyarakat untuk mewaspadai angin kencang pada perubahan musim kemarau ke musim hujan, sehingga menghindari pepohonan yang cukup tinggi dan tempat-tempat yang mudah ambruk akibat angin kencang.

Sementara Kasat Samapta Polres Jember AKP Eko Basuki Teguh A mengatakan pihaknya membantu BPBD Jember untuk mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa sebuah mobil dan mengatur lalu lintas.

“Kondisi jalan berangsur normal setelah upaya petugas membersihkan pohon yang tumbang sekitar 30 menit karena kami langsung menuju lokasi bencana setelah mendapat laporan dari warga,” katanya.(antara/*)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: