Seorang Siswi SD di Sidoarjo Budidaya Maggot dan Sabet Finalis Putri Lingkungan Hidup

56
Sumber : Foto tim liputan MaduTV Nusantara

Sidoarjo – Prihatin dengan banyaknya sampah organik rumah tangga, Callysta Kusuma Azalia, punya ide cemerlang dengan mengembangkan budidaya maggot, ikan lele, dan tanaman kangkung secara aquaponik untuk mengurangi peredaran sampah organik yang ada di lingkungan rumahnya, di Griya Permata Gedangan Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo, sebagai bahan untuk budidaya maggot.

Maggot atau yang dalam penyebutan lain disebut juga belatung, menjadi satu hal dimanfaatkan dan dapat dibudidayakan guna mengurangi peredaran sampah organik yang ada di masyarakat.

Sampah organik sisa sayur, buah, nasi tersebut menjadi makanan utama para maggot dalam proses berkembang biak.

Sampah-sampah rumah tangga tersebut didapatnya dari tetangga sekitar rumah, yang dengan sukarela memberikan sampahnya untuk makanan maggot.

Gadis yang duduk dibangku kelas 4 SD  itu mengaku dari siklus tersebut, semuanya dapat menjadi hal yang menguntungkan. Maggot bisa diolah menjadi makanan ikan dan air, yang dipakai untuk memelihara ikan bisa dimanfaatkan untuk menyiram tanaman serta budidaya sayuran.

Finalis Pangeran Putri Lingkungan Hidup Tahun 2022 ini, mengatakan bahwa panen kangkung akuaponik dapat dilakukan antara 14-21 hari, sedangkan panen lele dalam ember dapat dipanen 2 bulan sekali.

Callysta Kusuma Azalia berharap dengan adanya budidaya maggot, lele, dan tanaman kangkung aquaponic ini, dirinya dapat menjadi pionir untuk menggaungkan tentang pengurangan sampah organik di tengah masyarakat.(mk)