Connect with us

Banyuwangi

Seorang Remaja Laki Laki Nekat Mengakhiri Hidupnya Dengan Cara Gantung Diri

Diterbitkan

pada

Banyuwangi – Seorang remaja, asal Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam kamarnya, pada Rabu pagi. Korban yang masih duduk di bangku madrasah aliyah tersebut tertemukan dalam kondisi leher terikat tambang kecil atau nilon. Yang pertama kali mengetahui hal kejadian tersebut adalah oleh orang tuanya. Meski sempat mereka bawa ke puskesmas, namun nyawa korban tidak dapat tertolong.

AF (18) tertemukan gantung diri oleh orang tua kandungnya pada rabu pagi, sekira pukul 4 lebih 10 menit. Korban yang merupakan santri pondok pesantren terkemuka di wilayah Kediri tersebut, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara melilitkan lehernya dengan tambang kecil di dekat pintu cendela kamarnya sendiri. Sang ibu mengetahui kejadian saat hendak menyapu kamar anaknya. Ibu sekaligus ingin membangunkannya untuk menjalankan sholat shubuh. Namun, sang ibu kaget ketika melihat putranya sudah dalam keadaan leher terikat tali.

Di mata kakeknya, AF sendiri, merupakan cucu dengan kepribadian yang taat, serta tekun beribadah. Tidak ada gelagat mencurigakan, saat terakhir bertemu, sehari sebelum AF ditemukan gantung diri di kamarnya. Namun menurutnya,  dalam 15 hari belakangan ini, seusai pulang dari pesantren, AF cenderung menjadi sosok yang pendiam.

Selain itu, dari pengakuan orang tua korban kepada pihak kepolisian, diduga AF nekat gantung diri, lantaran sudah merasa tidak betah tinggal di pondok pesantren, mengingat saat diminta kembali ke pondok, dirinya terus menunda  keberangkatannya. (aw)

Continue Reading
Advertisement

Banyuwangi

Pemuda Jawa-Bali Adu Kreasi Kontes Aquascape di Banyuwangi

Diterbitkan

pada

Banyuwangi Aquascape Contest di Banyuwangi. (ANTARA/HO-Humas Pemkab Banyuwangi)

Banyuwangi – Puluhan anak muda dari Jawa dan Bali adu kreativitas dalam Banyuwangi Aquascape Contest atau seni mengatur tanaman air, batu, batu karang, koral atau kayu apung secara alami di dalam akuarium sehingga memberikan efek seperti berkebun di bawah air.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi kegiatan yang digelar Prodi Ilmu Perikanan Faktultas Perikanan dan Pertanian Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi, Sabtu (4/12) kemarin. Banyuwangi Aquascape Contest berkolaborasi bersama Moza Aquatic dan Dinas Perikanan Banyuwangi.

“Aquaspace melatih kreativitas dan bisa dikembangkan menjadi ladang ekonomi kreatif. Saya suka melihat ikan, suka snorkeling melihat pemandangan bawah laut. Melihat karya teman-teman ini seolah kita sedang disuguhi keindahan taman bawah laut,” kata Bupati Ipuk di Banyuwangi, Senin.

Katanya, dulu orang menggandrungi ikan cupang, namun kini aquascape datang menawarkan keindahan lain yang tak kalah menarik, dan nilai estetika.

“Semoga ini bisa semakin dikembangkan bisa menjadi media ekonomi kreatif bagi anak-anak muda Banyuwangi,” tuturnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian dan Perikanan Untag Banyuwangi, Ervina Wahyu Setianingrum aquascape yang belakangan semakin digemari saat pandemi COVID-19, ini diikuti 70 peserta dari tingkatan pemula hingga advance.

“Mereka berasal dari Trenggalek, Madiun, Malang, Batu,  Situbondo,  Jember, Bondowoso, Pasuruan,  Kediri,  dan Banyuwangi. Sebelumnya kami juga pernah menggelar kompetisi aquascape se-Banyuwangi,” kata Ervina.

Banyuwangi Aquaspace Contest kali ini mengangkat tema “Aquaspace of Banyuwangi Tourism”, yaitu mengusung tema berbagai destinasi pariwisata Banyuwangi yang bisa terlihat dari aquaspace. Ada peserta yang menampilkan replika pohon-pohon seperti di Alas Purwo ataupun hutan Djawatan.

Salah satu dewan juri, Yoyo Prayogi mengatakan kreativitas peserta dalam Banyuwangi Aquaspace Contes kali ini melampaui ekspektasinya.

“Banyak pemula yang muncul dalam kontes kali ini. Mereka menghasilkan karya yang baik, kreatif dan idenya unik. Bagi pemula memang harus banyak berlatih dan belajar dari berbagai sumber. Selain itu harus sering ikut event, untuk mengasah jam terbang,” kata juri asal Banyumas itu.

Data pemenang Banyuwangi Aquascape Contest dari kalangan pemula, juara 1 Lutfi Atim (Malang), Juara 2 Haris Alist (Bondowoso), Juara 3 Bedjo Kadjur (Batu). Kategori Advance, Juara 1 AJCM Zamzon (Blitar), Juara 2 The Moon RDX (Malang), Juara 3 Yeye Aquatic (Jember). Sedangkan Bedjo Kadjur (Batu) kembali memperoleh Juara Favorit. (antara/nh)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: