Connect with us

Blitar

Seorang Pencari Ikan di Blitar Tewas Tersengat Alat Strum Ikan

Diterbitkan

pada

Blitar – Mencari ikan di sungai wajarnya orang lakukan degan menggunakan jaring atau pancing. Namun demikian, banyak yang menggunakan cara-cara berbahaya demi hasil melimpah. Seperti dengan cara setrum.

Andri Siswanto (33) Warga Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, tertemukan meningal dunia di sungai Mandesan saat mencari ikan. Ia terduga tersengat alat setrum ikannya sendiri.

Kasi Humas Polres Blitar Udhiyono mengatakan, pada hari minggu (24/10/2021) korban dan saksi sedang mencari ikan mengunakan setrum lalu saksi pulang duluan. Namun sejak minggu korban tidak pulang,setelah di cari korban ternyata sudah dalam kondisi meningal dunia di sungai.

“Jadi korban sejak minggu tidak pulang lalu pada Selasa sekiranya pukul 10. 00 Wib saksi mencari ternyata korban sudah meningal,” kata Kasi Humas Polres Blitar Udhiyono Rabu (27/10/2021).

Udhiyono menambahkan,mengetahui kejadian tersebut,lalu saksi melaporkan kejadian tersebut,ke Polsek Selopuro. Petugas yang mendapatkan laporan lalu mendatangi lokasi bersama tim identifikasi Polres Blitar.

“Dari hasil pemeriksaan petugas dari tubuh korban tidak ditemukan tanda tanda kekerasan dugaan sementara meningalnya korban akibat tersengat setrum yang digunakan mencari ikan,” ujarnya

Sementara,pihak keluarga tidak bersedia dilakukan otopsi,pihak keluarga menerima sebagai musibah dan membawa korban ke rumah duka,” pungkasnya. (sk)

Continue Reading
Advertisement

Blitar

Hama Petek Serang Ribuan Batang Tanaman Cabai

Diterbitkan

pada

Sumber : Hasil tangkap layar Youtube Redaksi Madu TV

Blitar – Di balik harga cabai yang melambung tinggi, petani justru mengeluh akibat tanaman cabainya banyak terserang hama petek. Petani terancam merugi sebab cabai yang seharusnya bisa dipanen justru busuk dan mengering di pohon.

Harga cabai di pasaran melambung tinggi yang sebelumnya hanya kisaran Rp. 10.000 hingga Rp. 12.000 per kilogram, kini menyentuh harga Rp. 55.000 per kilogram.

Namun, harga cabai tersebut tidak sepenuhnya membuat petani cabai di Kabupaten Blitar bahagia. Pasalnya  ribuan batang tanaman cabai terserang hama petek.

Sugianto, petani asal Desa Ponggok, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar mengatakan serangan hama cabai ini terjadi sejak sebulan terakhir menyebabkan cabai busuk dan mengering. Akibatnya cabai tidak bisa dipanen dan kondisi ini membuat petani resah karena terancam gagal panen.

Untuk mengurangi kerugian, cabai yang masih berwarna hijau terpaksa harus dipanen dini, karena jika terlambat akan busuk dan kemudian rontok. Petani menduga hama cabai petek terjadi akibat cuaca akhir – akhir ini.

Sugianto juga mengeluhkan kondisi ini, pasalnya 5.000 batang pohon cabai miliknya hampir 90 persen mati terserang hama patek. Dirinya  sempat berupaya mengobati tanaman yang terkena hama namun tidak membuahkan hasil. Bahkan ia berencana mengganti tanaman cabai miliknya dengan tanaman lain yang lebih menguntungkan. (sr)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: