spot_img
Jumat, Maret 6, 2026
Beranda OLAHRAGA Sempat Terkendala Badai, Duffy Mampu Memenangkan Emas Pertama Untuk Bermuda

Sempat Terkendala Badai, Duffy Mampu Memenangkan Emas Pertama Untuk Bermuda

222
Olimpiade Tokyo 2020 - Triathlon - Olimpiade Jarak Jauh Putri - Final - Taman Laut Odaiba, Tokyo, Jepang 27 Juli 2021. Flora Duffy dari Bermuda merayakan kemenangan. Foto : REUTERS/Hannah Mckay

Tokyo – Flora Duffy menjadi pahlawan bagi negaranya, ketika dia berhasil meraih medali emas Olimpiade pertama bagi Bermuda pada Selasa (27/7/2021), dimana dirace terakhir yaitu lari, Duffy berhasil mendominasinya dan memastikan kemenangan dalam ajang Triathlon putri Olimpiade Tokyo.

Duffy, 33 tahun, yang masuk dalam kelompok ketujuh, sempat melakukan break pada awal pertandingan balap sepeda 40km, namun kemudian menunjukkan eksistensinya pada balapan ini dengan capaian fantastis di 10km terakhir dan mampu menyelesaikan ajang ini dengan catatan waktu 01, 55,36 menit.

Sedangkan pembalap asal Inggris Georgia Taylor-Brown yang sempat mengalami kendala pada bannya, mampu mengejar ketertinggalan dan finis diurutan kedua, dengan selisih waktu 74 detik di belakang duffy, akhirnya Brown mempersembahkan perak untuk Inggris. namun Katie Zaferes, yang menyandang juara dunia Triatlon 2019, di Olimpiade kali ini hanya  meraih perunggu.

Kemenangan dalam Olimpiade ini, merupakan torehan yang luar biasa bagi Duffy, dimana ia menjadi peraih medali Olimpiade kedua bagi negaranya, setelah Clarence Hill yang meraih perunggu di ajang tinju kelas berat pada tahun 1976.

Duffy menyebut kemenangan itu sebagai “momen yang luar biasa”, karena Bermuda adalah negara kecil dengan jumlah penduduk paling sedikit, namun mampu memenangkan emas Olimpiade.

“Anda telah bekerja sangat keras dan Anda telah membuat seluruh pulau bangga,” tulis Perdana Menteri Bermuda David Burt melalui akun Twitternya.

Badai dengan angin kencang sempat menunda penyelenggaraan Triatlon selama 15 menit, tetapi pada pukul 6:45 pagi (2145 GMT) kondisi cuaca mulai membaik.

Duffy merupakan bagian dari grup  yang berhasil menyelesaikan renang 1.500 meter, dalam ajang renang ini Duffy bersaing ketat dengan peserta lainya dan berhasil mencapai daratan.

Lalu di lanjutkan dengan race sepeda, kali ini hanya lima pembalap yang mampu mendominasinya, meskipun dalam balap sepeda ini Taylor-Brown sempat mengalami kedala dan kehilangan 22 detik di lap terakhir, ini disebabkan karena ban sepedanya kempes dan dengan kondisi ini dia harus melewati setiap tikungan yang licin hampir terpeleset.

Sementara itu Duffy mampu melalui transisi dari balap sepeda ke balap lari, ia sempat dibayangi oleh Zaferes, namun Duffy akhirnya mampu membuka keunggulan di kompetisi lari.

Di pertengahan lap, Duffy telah unggul 50m didepan pesaingnya dan Taylor-Brown yang berusaha mengejar ketertinggalannya akhirnya berhasil mengungguli  Zaferes di akhir lap ketiga.

“Lap pertama di ajang lari saya sempat panik,” kata pembalap Inggris itu.

“Saya pikir saya pasti bisa membayar ketertinggalan saya di bagian akhir race, dan itu terbayar.”imbuhnya.

Namun, Brown sadar tidak akan akan bisa mengejar Duffy, dan akhirnya Duffy bisa menikmati momen kemenangannya, dan merayakannya.

Namun tidak kalah bahagianya dengan kemenangan Duffy, di kompetisi Triatlon kali ini diikuti juga oleh atlet yang merupakan seorang ibu tiga anak berusia 39 tahun Nicola Spirig, dia merupakan atlet yang pernah menjadi juara olimpiade 2012 di ajang yang sama, dan berhasil meraih runner up di olimpiade 2016.

Olimpiade kali ini, Spirig dengan perjuangan yang luar biasa berhasil menempati urutan ke enam, dan ini merupakan Olimpiade kelimanya.(reuters/red)