Beranda Berita Semarakkan Bulan Puasa Ramadhan Usai Tadarus Sekelompok Anak Bermain Sepak Bola Api...

Semarakkan Bulan Puasa Ramadhan Usai Tadarus Sekelompok Anak Bermain Sepak Bola Api Di Halaman Masjid

191
0
Sebuah tradisi unik dan ekstrim, dimiliki sebuah desa di Tulungagung, Jawa Timur, di mana setiap malam bulan puasa ramadhan, selepas tadarus, sekelompok anak desa bermain sepak bola api. Selain untuk meramaikan malam ramadhan, permainan ekstrem ini, juga bertujuan untuk melatih fisik dan mental. Selepas tadarus-pun, halaman masjid berubah menjadi arena permainan sepak bola api. Di malam-malam bulan puasa ramadhan seperti ini, selepas tarawih masjid-masjid biasanya dipenuhi umat muslim yang tadarus Al–Qur’an. Tak terkecuali seperti yang dilakukan anak-anak di Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, Jawa Timur, di bawah bimbingan seorang guru ngaji, anak-anak usia SD dan SMP ini, membaca al-qur’an bersama-sama di serambi masjid Al-Mimbar. Selepas tadarus, mereka tidak langsung pulang ke rumah masing-masing, namun belasan bocah ini, justru akan menggelar permainan yang cukup ekstrem. Memanfaatkan halaman masjid al-mimbar, yang cukup luas, bocah-bocah ini, bermain sepak bola api. Di bawah pengawasan guru ngaji mereka, belasan bocah ini, bermain api dari buah bintaro, yang sebelumnya telah di rendam di dalam minyak tanah, dan kemudian di bakar. Agar permainan sepak bola api berjalan lancar, dan para pemain tidak ada yang mengalami luka, sebelum permaianan di mulai, mereka berdoa bersama, agar di beri keselamatan hingga berakhirnya permainan sepak bola api, yang juga menjadi hiburan tersendiri, warga setempat. Meski bola yang digunakan, adalah menyala api, namun tanpa rasa takut, anak-anak ini, saling berebut bola, layaknya bermain bola pada umumnya. Dengan bertelanjang kaki, mereka saling menendang bola api, untuk menjebol gawang lawan, yang ditandai dengan tumpukan sandal. Meski masih anak-anak, namun mereka sudah terbiasa, dan mahir memainkan bola api, tanpa berakibat cidera pada kakinya terutama pada bagian kulit. Permaainan sepak bola api ini, justru yang paling sulit, adalah menjadi penjaga gawang, karena agar tidak gawang kebobolan, penjaga gawang harus berani memegang bola api dengan tangan kosong. Selain untuk menyemarakkan malam bulan puasan ramadhan, permainan sepak bola api ini, juga sebagai pendidikan karakter, untuk melatih fisik dan mental anak-anak supaya kuat dan berani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

68 + = 69