Trenggalek – Mulai malam ini (15/7) jalur menuju pusat Kota Trenggalek akan disekat. Setiap titik penyekatan akan petugas jaga secara bergantian. Petugas akan mengecek keperluan tiap warga yang hendak melintas. Penyekatan Trenggalek ada di 11 jalur utama menuju pusat Kota. Tepatnya mulai dini hari atau pukul 00.00 WIB, berlangsung selama 24 jam.
Tiga dari 11 jalur itu akan tutup total. Ketiganya, yakni simpang tiga Brawijaya, simpang tiga Ngantru, dan area sekitar Alun-Alun Trenggalek. Sementara sisanya diberlakukan penyekatan. Artinya, warga dengan keperluan tertentu bisa tetap beraktivitas dan melintas di jalur yang petugas sekat. Keperluan tertentu yang petugas penyekatan maksud,seperti kegiatan yang berkaitan dengan sektor esensial dan kritikal.
Kasat Lantas Polres Trenggalek, AKP Imam Mustolih, menjelaskan, penyekatan di pusat Kota ini berlaku untuk menekan mobilitas warga. Hasil evaluasi PPKM Darurat menunjukkan, mobilitas warga di Trenggalek masih tergolong tinggi. Walaupun tergolong tinggi, hal trsebut menunjukkan penurunan lebih besara dari sebelum PPKM Darurat berlaku yaitu sekitar 18,5 persen atau masuk dalam zona merah.
Penyekatan akan berlangsung dalam sehari. Setelah itu, tim gabungan akan mengevaluasi dampak penyekatan terhadap penurunan mobilitas warga. Pada tahap awal, pihak Polres Trenggalek akan menjalankan uji coba dari mulai malam ini (15/7). Apabila dampaknya signifikan, pihaknya akan lanjutkan penyekatan hingga PPKM Darurat berakhir 20 Juli nanti. Setiap titik penyekatan akan petugas jaga secara bergantian. Petugas akan mengecek keperluan tiap warga yang hendak melintas.
Selain jalur menuju pusat Kota, Satlantas Polres Trenggalek sebelumnya telah menyekat tiga jalur perbatasan antar kota sejak awal PPKM Darurat. Ketiganya berada di perbatasan Trenggalek-Ponorogo, Trenggalek-Pacitan, dan Trenggalek-Tulungagung. (wn)







