Sekjen NATO Sebut Koridor Kemanusiaan di Ukraina Kebutuhan ‘Minimal’

40
Paramedis di pos pemeriksaan perbatasan Medyka, Polandia, pada Kamis (10/3/2022) membantu seorang anak yang sakit naik ke kereta yang diubah menjadi transportasi medis. Sebanyak 20 anak dengan penyakit kronis dan kanker datang dari Kharkiv. Mereka merupakan bagian dari kalangan warga yang mengungsi dari invasi Rusia ke Ukraina. ANTARA FOTO/REUTERS/Yara Nardi/foc/cfo

Antalya, Turki – Pembentukan koridor kemanusiaan untuk evakuasi dan akses bantuan di Ukraina menjadi kebutuhan “minimal” yang harus dipenuhi saat ini, kata Sekjen NATO Jens Stoltenberg pada Jumat.

Ia menambahkan bahwa penting bagi diplomat Rusia dan Ukraina untuk bertemu.
Ketika berbicara kepada Reuters di sela-sela forum di Turki, sekjen menyebut retorika nuklir yang dilontarkan Vladimir Putin “berbahaya” dan “sembrono”.

Sekjen juga kembali menegaskan bahwa NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) tidak akan menerjunkan pasukan atau pesawat tempur ke Ukraina.

“Saya masih yakin bahwa penting bagi kami untuk mengupayakan solusi diplomatik dan politik,” kata Stoltenberg.

“Yang menjadi kebutuhan minimal adalah mendirikan koridor kemanusiaan, di mana orang-orang dapat keluar dan bantuan kemanusiaan bisa masuk.”

Zona larangan terbang di atas Ukraina “kemungkinan besar akan mempercepat perang menjadi perang penuh antara NATO dan Rusia,” katanya.

Saat menanggapi pertanyaan apakah invasi Moskow menyoroti pembelian sistem pertahanan S-400 Rusia oleh Turki, yang memicu sanksi AS terhadap Ankara, Stoltenberg mengatakan keadaan itu menunjukkan pentingnya sekutu NATO untuk tidak bergantung pada peralatan militer Rusia. (Sumber: Reuters)