spot_img
Jumat, Maret 13, 2026
Beranda Kalimantan timur Rumah Sakit Pemprov Kaltim Tambah Kapasitas untuk Pasien Covid-19

Rumah Sakit Pemprov Kaltim Tambah Kapasitas untuk Pasien Covid-19

325

Samarinda – Menyikapi semakin merebaknya penularan virus Corona di Kalimantan Timur terbukti dengan angka-angka kejadian yang signifikan jumlah kenaikannya. Maka, rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kaltim pun melakukan langkah-langkah antisipasi dengan menambah kapasitas tampung bagi pasien positif Covid-19. Hal tersebut mendapat pengakuan dari direktur rumah sakit di Samarinda dan Balikpapan. Pihaknya harus menambah tempat tidur dan mengonversi ruangan dari ruang perawatan pasien umum untuk pasien Covid-19.

Wakil Gubernur Kaltim H, Hadi Mulyadi, menyampaikan bahwa seperti RSUD AW Sjahranie Samarinda sudah menambah kapasitas. Penambahan yang terlaksana, yaitu ruang/tempat tidur sekitar 45 persen. Sedangkan, RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan telah sampai mencapai 60 persen dari kapasitas tersedia.

Termasuk RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda. Selain kapasitas juga 90 persen dokter dan perawat rumah sakit khusus menangani gangguan jiwa. Pun ada pengoptimalan dan penugasan untuk penanganan pasien Covid-19.

“Itu sudah bagus. Yang jelas rumah sakit Pemprov Kaltim terus melakukan upaya-upaya sesuai perkembangan dan kondisi di daerah,” jelas Hadi Mulyadi usai mendampingi Gubernur, Isran Noor, saat memimpin Rapat Terbatas (Ratas) Pembahasan Dana Darurat Penanganan Covid-19 di Ruang Rapat Tepian 1, Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (22/7/2021).

Bahkan, ungkap mantan legislator Karang Paci dan Senayan ini, atas kebijakan Gubernur Isran Noor bukan fasilitas dan tenaga kesehatan saja yang terus Pemprov Kaltim siapkan.

“Anggaran bersumber dari APBD pun ditersalurkan. Dalam upaya penanganan dan penanggulangan wabah yang telah merambah ke ratusan negara di dunia ini,” bebernya. Menurut Wagub, ada kebijakan pusat ternyata yang bersumber biaya dari pusat (APBN), sedangkan kegiatan penanggulangan dan penanganan Covid-19 di daerah semakin tinggi. Oleh karenanya, dalam kondisi seperti saat ini, orang nomor dua Benua Etam ini, sangat berharap masyarakat tetap tenang. Selalu taati anjuran pemerintah. Sebab, lanjutnya, pemerintah, terlebih pemerintah daerah melalui kebijakan kepala daerah (gubernur/bupati/walikota) telah melakukan upaya dan langkah strategis dalam mengantisipasi penyebaran dan penularan virus ini.

“Kondisi dan situasi saat ini harus menjadi perhatian kita bersama. Jangan sampai ada menyalahkan. Sebaliknya, saling mendukung dan bekerjasama, sebab semuanya terdampak juga, baik masyarakat terlebih pemerintah dan sektor kehidupan (kesehatan, sosial, dan ekomomi),” pesan Hadi.(*/yans/sdn/sul/red)