Connect with us

Features

Ribuan Pelajar,Santri,Santriwati Dan Organisasi Masyarakat Se-Purwoasri Ikuti Pawai Ta’aruf

Diterbitkan

pada

Ribuan Pelajar,Santri,Santriwati Dan Organisasi Masyarakat Se-Purwoasri Ikuti Pawai Ta’aruf

Dalam rangka menyambut tahun baru islam atau biasa dikenal dengan 1 Muharram Ke 1441 H yang jatuh pada 1 September besok serta perayaan Kemerdekaan Ri ke 74, Warga Kecamatan Purwoasri mengadakan pawai ta’aruf yang diikuti ribuan pelajar dan juga masyarakat pada Sabtu 31 Agustus 2019 tadi pagi.

Ribuan pelajar,satri dan organisasi masyarakat se kecamatan purwoasri mengikuti pawai ta’aruf yang di selenggarakan pada sabtu,31 Agustus 2019 pagi tadi, acara ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam Ke 1441 Hijriyah yang jatuh pada tanggal 1 Septemer 2019 besok, sekaligus merayakan Kemerdekaan Indonesia yang ke 74.
Acara ini di buka dengan sambutan oleh ketua panitia Zainul Arifin, M.Pd.I, dan Pengurus Pondok Al-Hikmah Kh.Abdul Nashir Adrus Sholeh Arif, dan di buka oleh Camat Purwoasri Mudatsir Sh.
pawai ta’aruf ini berlangsung meriah karena tidak hanya diikuti oleh para pemuda dan pelajar ,tapi juga diikuti oleh semua elemen masyarakat baik dinas, tni,dan organisasi masyarakat termasuk kelompok pengajian masyarakat.

hal ini juga disampaikan oleh Camat Purwoasri Mudatsir, SH, yang mengatakan bahwa dengan turut sertanya seluruh elemen masyarakat Kecamatan Purwoasri Dalam Pawai Ta’aruf tahun ini maka acara lebih meriah dibandingkan tahun lalu.

Pawai ini menempuh jarak 2 setengah kilo dimulai dari lapangan desa ketawang menuju Kantor Kecamatan Purwoasri,
KH. Abdul Nasir berharap dengan adanya pawai ini sebagai umat islam kita semua dapat menjadi contoh untuk pembangunan dan pemersatu di indonesia. Karena indonesia merupakan negara yang membangun, negara pemersatu dan dapat di jadikan contoh bagi negara-negara lain.
KH.Abdul Nasir juga mengaak ulama-ulama dan tokoh- tokoh agama yang lain untuk bersatu memangun negara indonesia yang majemuk, dan tidak melihat budaya nya yang ermacam-macam namun melihat dari sisi merah-putih, Al-Qur’an dan sunnah rasul yang menyatukan.

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Features

Banyuwangi – Kakek 40 Tahun Berjualan Air Bersih Keliling

Diterbitkan

pada

Banyuwangi –  Usia senja bukan menjadi halangan bagi seorang kakek asal Kecamatan Purwoharjo,  Banyuwangi, untuk terus berjuang mencari rupiah ditengah sulitnya ekonomi saat ini. Kakek tersebut menggunakan gerobak dorong sebagai sarana pengangkut ratusan liter air bersih.

Setiap harinya ia menjajakan air berwadah jirigen kepada warga setempat. Profesi yang terbilang sudah sangat langka tersebut ia lakoni hampir 40 tahun lamanya.

Kakek Mustari menyiapkan jirigen ukuran 30 liter sebelum berangkat menuju masjid seberang untuk mengisi air. Langkah kakinya masih kuat walaupun usianya sudah menginjak kepala tujuh tidak menjadi hambatan bagi kakek Mistari.

Dalam mencari rupiah ia berdagang air bersih keliling setiap harinya menggunakan gerobak dorong dari kayu.  Kakek Mistari berjalan dari rumah ke rumah maupun toko ke toko untuk menawarkan beberapa liter air yang dibawanya. Profesi yang sudah terbilang langka tersebut sudah menjadi penopang hidup bagi kakek mistari dalam 40 tahun belakangan ini. Maka tidak heran jika masih ada beberapa pelanggan yang masih setia menggunakan air bersih miliknya.

Selain itu pihak pengelola masjid tidak membebankan satu rupiah pun kepada kakek mistari dalam memanfaatkan air sumur untuk dijual kembali. Namun pihaknya hanya membebankan kakek Mustari untuk merawat serta membersihkan sumur tersebut.

Salah satu pelanggan mengungkapkan selain murah dan terjangkau air jirigen miliki kakek Mustari tidak sama seperti yang ada pada sumur lainnya. Yakni bersih dan tidak berasa payau ataupun berkarat. Lantaran sudah terkenal memiliki perbedaan tersebut, beberapa pelanggan bahkan ada yang memborong hingga 4 jirigen.

Salah satu pelanggan kakek Mistari, bernama Rohidi mengatakan untuk ongkos jasa 1 jerigen air pelanggan cukup merogoh kocek 2.000 rupiah saja. Dalam sehari pendapatan kakek Mustari tidak menentu. Terkadang mendapatkan 30.000 rupiah, jika ramai bisa sampai 50.000 rupiah, itupun saat kemarau panjang melanda. Karena kasian, ada beberapa pelanggan yang sengaja memberikan tambahan tersendiri kepada kakek Mustari. (aw)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: