Ratusan Petani Geruduk Kantor Perhutani Tuntut Pembebasan Lahan di Blitar

63

BLITAR – Ratusan petani yang tergabung dalam Front Perjuangan Petani Mataraman (FPPM), Selasa (27/09/2022 ) siang menggeruduk kantor Perhutani Blitar.

Para petani ini menuntut
pembebasan lahan yang telah dikeluarkan dari wilayah kerja Perhutani Blitar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar bisa dimanfaatkan warga tanpa ada pungutan liar dari oknum atau mafia tanah dan hutan.

Koordinasi Aksi Muhammad Triyanto mengatakan, Kementerian LHK telah mengeluarkan Surat Keputusan atau SK yang soal pembebasan lahan seluas 1,1 juta hektar. Di Kabupaten Blitar sendiri ada 38 ribu hektare yang dilepas KLHK untuk keperluan sosial dan redis.

“Meski telah ada SK Perhutani, namun faktanya masih ada pungutan bagi hasil, pungli, dan semacamnya. Oleh karena itu kami menuntut Perhutani menandatangani MOU agar jika
ada oknum yang melakukan pungutan liar maka akan kita laporkan ke polisi,” tuturnya.

Ada 5 tuntutan yang disampaikan oleh FPPM saat orasi depan kantor Perhutani Blitar itu. Pertama massa menuntut pelaksanaan program perhutanan sosial dan reforma agraria tanpa KKN. Kedua, tangkap dan pecat oknum perum Perhutani di Jawa yang terbukti menghambat dan menggagalkan KHDPK.

Selanjutnya, poin ketiga tangkap dan adili para mafia hutan. Poin keempat tangkap dan adili para mafia tanah. Poin terakhir agar tata kelola hutan secara bersih, demokratis, dan kerakyatan segera diwujudkan.

Mengenai tuntutan warga, Administratur Perhutani Blitar Teguh Jati Waluyo memastikan pihaknya patuh kepada aturan yang dikeluarkan Kementerian LHK.
Pihaknya juga bersedi menandatangani MoU yang diajukan oleh massa.

“Kami berkomitmen tidak membiarkan adanya praktek pungli para kepada penggarap 38 ribu hektare lahan KHDPK. Untuk itu kami mohon tetap ada pengawalan dari semua pihak,” pungkasnya.

Selain di kantor Perhutani di Jalan Sudanco Supriyadi Kota Blitar, massa FPPM melanjutkan aksi itu ke Kantor Pemkab Blitar untuk menyampaikan tuntutan yang sama. Ada sekitar 300 orang lebih yang menjadi peserta aksi yang merupakan warga perwakilan dari Desa/Kecamatan yang bersinggungan dengan lahan tanah itu.(sk)