spot_img
Jumat, Maret 13, 2026
Beranda Jawa Timur Putus Penyebaran Covid-19, Pemkot Kediri Siapkan 2 Tempat Isolasi Terpadu

Putus Penyebaran Covid-19, Pemkot Kediri Siapkan 2 Tempat Isolasi Terpadu

308

Kediri – Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Kediri, Pemerintah Kota Kediri telah membangun 2 tempat isolasi terpadu. Yaitu bekas gedung Balai Pelatihan Kerja (BLK) dan GNI.

Plt Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Kediri, Indun Munawaroh, mengatakan bahwa kedua tempat isolasi terpadu ini Pemkot bangun berdasarkan arahan Walikota Kediri untuk memfasilitasi Orang Tanpa Gejala (OTG) yang rumahnya tidak layak sebagai tempat isolasi mandiri. “Ada beberapa indaktor rumah pasien tidak layak sebagai tempat isolasi mandiri. Meliputi kurangnya ventilasi rumah, kamar tidak cukup, kamar mandi kurang layak, dan tingkat kepadatan penduduk sekitar yang tinggi,”tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan kedua gedung itu juga untuk menekan Bed Occupancy Ratio (BOR) di sejumlah rumah sakit. Apalagi kapasitas tempat di rumah sakit saat ini sudah mendekati penuh. “Total ada 126 tempat tidur yang tersedian. Di BLK ada 66 tempat tidur dan di GNI ada 60 tempat tidur. Jumlah ini bisa bertambah, tergantung situssi ke depan,”terangnya.

“Tapi saat ini, baru BLK saja yang sudah siap. Untuk GNI masih dalam proses pembenahan fasilitas,”imbuhnya.

Bangunan tempat isolasi penderita Covid-19 di Kota Kediri. Dok: Muhtar Efendi.

Fasilitas yang tersedia juga cukup lengkap. Mulai tempat tidur, kamar mandi, musala, mesin cuci, tempat jemur. Selain itu, ada AC, televisi, dispenser, dapur, dan ambulans. Bahkan ada juga treatment dari tenaga medis selama proses isolasi pasien. “Semua fasilitas tersedia agar pasien merasa nyaman,”jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Indun juga menjelaskan bahwa warga yang terkonfirmasi positif tidak bisa datang langsung ke BLK. Pasien harus mendapatkan pendampingan tenaga kesehatan dari puskesmas. “Warga yang akan melakukan isolasi mandiri di BLK, harus melapor ke puskesmas terlebih dahulu. Nanti puskemas yang akan mengantar ke BLK dengan ambulans. Jika puskemas tidak memiliki ambulans, dapat menggunakan ambulans yang sudah kami sediakan,”tuturnya.

Ambulans yang dapat digunakan oleh warga Kediri untuk mengantarkan pasien Covid-19. Dok: Muhtar Efendi.

Indun menambahkan jika ada warga datang langsung ke tempat isolasi mandiri terpadu, maka pasien dapat menempati tempat transit. Hal ini untuk menunggu tenaga kesehatan dari puskesmas tempat domisilinya datang ke BLK.

Lebih lanjut Indun menjelaskan bahwa tempat isolasi terpusat hanya siap untuk warga yang berdomisili di Kota Kediri. “Untuk warga yang akan ke BLK, mohon menyiapkan KTP. Akan tetapi, kalau pasien merupakan warga ber-KTP luar kota, tapi domisili di Kota Kediri, bisa menyiaplan surat domisili,” jelasnya. (me)