Probolinggo – Usai Melaporkan Mantan Tunangannya Ke Polres Atas Pencabulan

227

Probolinggo – Usai Melaporkan Mantan Tunangannya Ke Polres Atas Pencabulan

Anak berusia 16 tahun dikabarkan hilang, dan diduga dibawa kabur oleh mantan tunangan dari warga kabupaten Probolinggo. Atas kejadian tersebut ibu korban melapor ke mapolres Probolinggo atas dugaan pencurian dan pencabulan

JH, 50, warga Desa Banyuanyar Lor, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo melaporkan anaknya yang hilang dua hari yang lalu ke Mapolres Probolinggo pada Senin (15,02,2021). Ia menduga anaknya yang masih berusia 16 tahun, berinisial SR ini telah dibawa lari oleh mantan tunangannya.

Dari pantauan Sekira pukul 09.30 WIB, JH, selaku ibu kandung SR, datang ke Mapolres setempat ditemani Perangkat Desa Banyuanyar Lor, serta LSM Lira Kabupaten Probolinggo. Mereka masuk ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Probolinggo, untuk melaporkan kejadian tersebut.

SR meninggalkan rumah pada Jum’at (12,02,2021) sekira pukul 18.00 WIB. Saat itu JH masih sedang asyik ngobrol dengan anak keduanya itu. Setelah memasuki adzan magrib, obrolan diakhiri untuk melaksanakan sholat. Selepas sholat magrib, JH sudah tak melihat lagi keberadaan anaknya. Sempat dicari ke rumah tetangga ataupun saudara terdekat namun tak ada yang mengetahui. Bahkan dicari kerumah orang yang dicurigai tersebut ternyata terduga juga tidak ada dirumahnya, hingga hari ini.

Diketahui beberapa waktu yang lalu sempat mantan tunangannya yang berinisial AAM ini dilaporkan ke Polres Probolinggo oleh orang tua SR karena diduga telah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap SR, pada 01 Februari 2021 lalu. Kala itu SR dijemput oleh AAM, yang juga warga Desa setempat pada bulan Oktober lalu untuk diajak berbelanja. Namun bukan berbelanja, justru SR diajak kerumah saudara iparnya AAM yang terletak di desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Sesampai disana SR dipaksa untuk memuaskan hawa napsu AAM, hingga akhirnya mereka di grebek warga Desa setempat. Seminggu pasca kejadian tersebut, AAM dan SR ditunangkan, namun seminggu pasca tunangan keluarga AAM justru membatalkan tunangan tersebut. Merasa dipermainkan hingga JH melaporkan kejadian itu ke polisi.

Laporan kehilangan anak tersebut, dibenarkan oleh Bripka Mukhtar, Paur Humas Polres Probolinggo. Ia mengaku kalau pihaknya sudah menerima laporan tersebut dan akan segera menindak lanjuti.