Pressconfrens Polres Jember dalam Kasus Tindak Pidana Persetubuhan Terhadap Anak

JEMBER – Dalam upaya menangani serius kasus tindak pidana yang menghantui keamanan anak-anak, Kapolres Jember AKBP Moh Nurhidayat, yang diwakili oleh Kasat Reskrim AKP Dika Hadian, memimpin konferensi pers yang memberikan informasi penting terkait penanganan kasus tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak. Tersangka dengan inisial S (28) diduga terlibat dalam tindakan tragis ini yang menimpa korban berusia 15 tahun. Konferensi pers ini berlangsung pada Kamis (24/08/2023).

Dalam kesempatan konferensi pers ini, Kasat Reskrim AKP Dika Hadian menjelaskan, “Modus operandi pelaku dalam melakukan tindak pidana ini adalah dengan mengajak korban untuk melakukan perbuatan cabul melalui pemberian iming-iming berupa uang, cincin emas, handphone, dan mobil baru. Tindakan ini disengaja agar korban tergoda untuk diajak ke sebuah hotel dan dilakukan tindak pidana perbuatan cabul.”

Perbuatan yang dilakukan oleh tersangka S ini secara tegas melanggar Pasal 81 jo. Pasal 76D UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman bagi pelaku tindak pidana semacam ini mencapai 15 tahun penjara.

Tak hanya itu, tersangka S juga dihadapkan pada Pasal 82 jo. Pasal 76E UU RI No. 17 Tahun 2016 yang mengatur tentang Perubahan Kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman yang setara, yakni 15 tahun penjara, berlaku dalam pasal ini, tegas Kasat Reskrim.

Dalam kesempatan tersebut, Kasat Reskrim AKP Dika Hadian menegaskan bahwa pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan yang mendalam dan profesional untuk memastikan keadilan bagi korban dalam kasus ini. Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya perlindungan terhadap anak-anak dari berbagai bentuk tindak pidana, terutama kejahatan yang melibatkan kekerasan seksual.

Semua pihak diminta untuk bersama-sama berperan dalam menjaga keamanan dan perlindungan anak-anak, menjauhkan mereka dari ancaman tindak pidana yang merusak masa depan mereka. Kasus ini menjadi panggilan penting untuk mengokohkan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi pertumbuhan serta perkembangan generasi penerus bangsa.