Connect with us

Bulu Tangkis

Praveen/Melati Melaju, Rinov/Pitha Kandas di Babak Pertama French Open

Diterbitkan

pada

Arsip foto - Ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti memberikan selamat kepada ganda campuran China Zeng Siwei/Huang Yaqiong seusai perempat final Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Rabu (28/7/2021). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Paris, Prancis – Ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti melaju ke babak kedua French Open 2021 di saat rekannya, Rinov Rivaldy/Pitha Hanigtyas Mentari, harus terhenti lebih dini pada babak pertama turnamen bulu tangkis level Super 750 itu.

Bertanding di Stade Pierre de Coubertin, Paris, Rabu, Praveen/Melati yang datang sebagai unggulan kedua menang 22-20, 21-19 atas pasangan Malaysia Chen Tang Jie/Peck Yen Wei dalam duel yang berlangsung 37 menit, demikian catatan resmi BWF.

Pada babak 16 besar, pasangan peringkat empat dunia itu bakal ditantang ganda India Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa.

Praveen/Melati menjadi satu-satunya wakil ganda campuran Indonesia yang bakal melanjutkan perjuangannya di Paris, Prancis menyusul kekalahan yang dialami rekannya Rinov/Pitha.

Rinov/Pitha harus takluk kepada unggulan ketiga asal Jepang Yuta Watanabe/Arisa Higashino usai menelan kekalahan 12-21, 16-21.

Pada pertandingan yang berlangsung lebih awal, ganda putri Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto berhasil menyusul Nita Violina Marwah/Putri Syaikah yang telah lebih dulu lolos ke babak kedua French Open 2021, Selasa kemarin.

Fadia/Ribka menang mudah atas pasagan Irlandia Kate Frost/Moya Ryan dengan skor 21-11, 21-13.

Beberapa pebulu tangkis Indonesia sebelumnya telah memastikan lolos ke babak kedua, yakni ganda putra Marcus Fernaldo Gideon/Kevin Sanjaya dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito, serta tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung.(antara/*)

Continue Reading
Advertisement

Bulu Tangkis

Pemerintah Siapkan Bonus untuk Tim Piala Thomas

Diterbitkan

pada

Presiden Joko Widodo (keempat kanan) bersama Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna (ketiga kiri) mengangkat Piala Thomas saat bertemu dengan tim Piala Thomas di Nusa Dua, Bali, Kamis (2/12/2021). ANTARA FOTO/HO/HUMAS PP PBSI/wpa/foc. (ANTARA FOTO/HUMAS PBSI)

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah mempersiapkan bonus untuk tim Piala Thomas 2020 yang berhasil membawa pulang trofi kejuaraan dunia bulu tangkis beregu putra tersebut ke Tanah Air setelah penantian 19 tahun.

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menuturkan bahwa pemberian bonus untuk kejuaraan single event seperti Piala Thomas sebetulnya tidak diatur secara jelas dalam undang-undang atau peraturan menteri, berbeda dengan multievent seperti SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.

Namun Zainudin mengatakan Kemenpora telah berkomunikasi dengan Kementerian Keuangan untuk memberikan apresiasi kepada skuad Merah Putih di Piala Thomas 2020, kejuaraan beregu putra paling bergengsi di dunia.

“Setelah saya rapat koordinasi internal, kami memutuskan untuk memberikan apresiasi dari pemerintah,” ungkap Zainudin dalam jumpa pers virtual yang diikuti di Jakarta, Sabtu.

“Tapi untuk ke depannya kami akan mempertegas mana saja kegiatan-kegiatan yang akan mendapat apresiasi atau bonus dari pemerintah. Jadi kategori-kategorinya akan diperjelas supaya tidak ada lagi perdebatan dan diskusi berkepanjangan,” ujarnya menambahkan.

Adapun penyerahan bonus, lanjut Zainudin, akan dilakukan pekan depan di kantor Kemenpora. Namun bonus tidak akan diserahkan kepada masing-masing atlet, melainkan kepada federasi bulu tangkis Indonesia PBSI. Langkah tersebut dipilih mengingat Piala Thomas merupakan kejuaraan beregu.

Berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 1684 tahun 2015 tentang Persyaratan Pemberian Penghargaan Olahraga kepada Olahragawan, Pembina Olahraga, Tenaga Keolahragaan, dan Organisasi Olahraga diatur bahwa pemerintah akan memberikan bonus berupa uang atau barang bagi olahragawan yang memenuhi persyaratan.

Persyaratan yang dimaksud adalah meraih medali pada ajang SEA Games, ASEAN Para Games, Asian Games, Asian Para Games, dan Olimpiade serta Paralimpiade.

Selain itu, ada juga kategori untuk juara kejuaraan dunia maupun kejuaraan Asia resmi single event untuk cabang olahraga Olimpiade, serta menjadi juara pada ajang Islamic Solidarity Games atau Asian Beach Games.

Namun aturan tersebut memang belum mengatur secara spesifik kejuaraan single event apa saja yang masuk dalam kategori pemberian bonus pemerintah.

“(Pemberian bonus) ini bukan karena desakan publik karena kami telah berkomunikasi dengan Kementerian Keuangan, jadi kami benar-benar mengikuti rule,” pungkas Zainudin. (antara/sa)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: