spot_img
Kamis, Juni 13, 2024
Beranda Nasional PPKM Lanjut Hingga 1 November, 9 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali masuk level 1

PPKM Lanjut Hingga 1 November, 9 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali masuk level 1

98

Jakarta – Pemerintah memutuskan terus memperpanjang PPKM di Jawa-Bali hingga 1 November 2021 mendatang. Di mana ada 54 kabupaten/kota masuk Level 2 dan 9 kabupaten/kota berhasil turun ke Level 1.

“Mulai besok akan ada 54 kabupaten/kota di Level 2 dan 9 kabupaten/kota di Level 1. Terkait detail mengenai keputusan ini akan tertuang melalui Inmendagri,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers daring yang terpantau di Jakarta, Senin.

Menyusul situasi Covid-19 yang terus membaik, keputusan perpanjangan level PPKM di Jawa-Bali terlaksana setiap dua minggu, meski evaluasi mingguan tetap terlaksana. Menko Luhut menjelaskan kasus konfirmasi harian nasional yang kian rendah menyebabkan kasus aktif nasional dan Jawa-Bali terus menurun. Saat ini hanya tersisa 18 ribu kasus secara nasional.

“Untuk di Jawa Bali 7 ribuan kasus,” kata Menko Luhut Pandjaitan. Ia mengatakan capaian itu telah turun secara drastis daripada puncak gelombang kedua Covid-19. Pada puncak kedua terdapat korban mencapai 570 ribu kasus aktif pada 15 Juli 2021. Selain itu, Luhut menyampaikan bahwa situasi yang terus membaik juga tercermin dari kasus kematian akibat Covid-19. Hal tersebut terjadi di beberapa provinsi yang mendapat tekanan hingga nol kasus.

“Pada 17 Oktober 2021, DKI Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Bali, mencatat nol kematian dan provinsi lain di Jawa Bali hanya mencatat kurang dari lima kematian per hari,” kata Menko Luhut.

Wakil Ketua Komite Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) itu menuturkan pemerintah terus melakukan evaluasi dalam pelaksanaan PPKM, termasuk dalam penentuan level kabupaten/kota.

Ia menjelaskan selama satu bulan terakhir, penurunan level untuk wilayah aglomerasi tertahan. Beberapa kabupaten kota yang belum mampu mencapai target vaksinasi. Sebagai contoh, sebagian besar kabupaten kota di wilayah Jabodetabek yang seharusnya bisa turun ke level 2 tidak bisa turun level karena cakupan vaksinasi di kabupaten Bogor dan Tangerang belum mencapai target.

“Oleh karena itu Bogor dan Tangerang itu akan ada pelaksanaan operasi khusus oleh TNI/Polri dan Kementerian Kesehatan. Hal tersebut mengerahkan vaksinator-vaksinator untuk mempercepat target ini,” katanya.

Luhut juga menuturkan sebagaimana persetujuan Presiden Jokowi, syarat vaksinasi kabupaten/kota di aglomerasi berubah berdasarkan pencapaian kabupaten/kota itu sendiri. Hal tersebut selama keseluruhan aglomerasi sudah memenuhi syarat WHO untuk turun level.

“Tadi Presiden memberikan arahan untuk tidak menahan terus kabupaten yang lain. Maka, Bogor dan Tangerang keluar dari Jabodetabek (untuk penilaian turun level),” kata Menko Luhut. (Antara/aij)