
BANYUWANGI – Seorang pembacok yang diketahui sebagai keponakan dari korban, Ketua RT dan pamannya sendiri, berhasil ditangkap di Dusun Kepatihan, Desa Cluring, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Pelaku diamankan oleh polisi saat berjalan kaki di sebuah jalan desa sekitar lima kilometer dari tempat kejadian pembacokan. Penangkapan dilakukan tanpa perlawanan dari pelaku.
Teka-teki keberadaan pelaku pembacokan terhadap Harsono, Ketua RT sekaligus paman pelaku, akhirnya terpecahkan setelah polisi berhasil menangkapnya di Jalan Kaliboyo, Dusun Kopen, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo pada Rabu siang. Kejadian ini berjarak sekitar lima kilometer dari lokasi pembacokan.
Proses penangkapan pelaku berlangsung dramatis dan terekam dalam video amatir yang diabadikan oleh warga. Dalam rekaman tersebut, terlihat pelaku dipiting polisi berpakaian preman saat ditangkap di atas sebuah motor. Petugas kemudian membawa pelaku menuju Mapolsek Cluring.
Kapolsek Cluring, AKP Abdul Rohman, mengonfirmasi penangkapan pelaku pada Rabu siang sekitar pukul 13.10 WIB. Pelaku ditangkap tanpa memberikan perlawanan yang berarti.
Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya yang merupakan pembacokan terhadap pamannya sendiri. Motif di balik aksi keji ini diketahui berasal dari rasa sakit hati yang dirasakan pelaku terhadap korban.
AKP Abdul Rohman menambahkan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kasus ini. Barang bukti berupa senjata tajam yang digunakan pelaku untuk membacok korban juga berhasil diamankan.
Sebelumnya, Harsono, Ketua RT di Dusun Kepatihan, Desa Cluring, menjadi korban pembacokan yang dilakukan oleh keponakannya sendiri di jalanan kampung dekat Masjid Dusun setempat pada Selasa siang kemarin. Kejadian ini terjadi di jalan gang dekat Masjid Baitul Ala, sekitar 300 meter dari rumah korban.
Meskipun selamat, korban harus menjalani operasi akibat luka sabetan di bahu kiri dan kanannya. Saat ini, korban masih dalam perawatan intensif oleh tim dokter di Rumah Sakit Graha Medika Gambiran.







