Connect with us

Gulat

PON Papua: Pegulat Hasan Sidik Pastikan Jatim Penuhi Target Enam Emas

Diterbitkan

pada

Dian Bagus Aryanto, salah satu psikolog tim gulat Jawa Timur, memberikan motivasi kepada atlet gulat Hasan Sidik di PON Papua, GOR Futsal Dispora, Merauke, Selasa. (ANTARA/Aditya E.S. Wicaksono)

Papua –  Hasan Sidik memastikan tim gulat Jawa Timur memenuhi target medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua setelah memenangi pertarungan nomor Greco-Roman kelas 60 kilogram di GOR Futsal Dispora, Merauke, Rabu.

Berbekal status juara PON 2016 Jabar, Hasan Sidik berhasil menaklukkan pegulat Kalimantan Timur Suparmanto dengan kemenangan angka.

Keberhasilan Hasan Sidik membuat Jatim mengantongi enam medali emas di PON Papua, memenuhi target yang ditetapkan.

Sementara medali perunggu nomor Greco-Roman 60 kg dibawa pulang pegulat Jawa Barat Hamdian Rachmat setelah menang angka atas wakil Bengkulu Bismi Fornandes.

Hamdani merupakan juara Greco-Roman kelas 54 kg di PON 2016, tetapi di Papua naik ke kelas 60 kg dan harus puas menempati peringkat ketiga.

Hari keenam pertandingan cabang olahraga gulat PON Papua di GOR Futsal Dispora, Merauke, menjadi awal perjuangan para pegulat Greco-Roman.

Berbeda dengan gulat gaya bebas yang memungkinkan seluruh bagian tubuh digunakan dan diserang, di nomor Greco-Roman pegulat dilarang mencengkeram bagian tubuh lawan di bawah lingkar pinggang atau menjegal dan menggunakan kaki untuk melakukan serangan.

Sebanyak 12 medali emas telah diperebutkan para pegulat gaya bebas pada pertandingan selama lima hari sebelumnya, tinggal menyisakan enam emas dalam dua hari terakhir pertandingan gulat.(*)

Continue Reading
Advertisement

Gulat

PON Papua: Gondol Tujuh Emas, Jatim Juara Umum Gulat

“ Untuk PON kali ini kami melebihi target emas “

Diterbitkan

pada

Pegulat putra Jatim Hasan Sidik (kanan) berusaha mengunci pegulat putra Kalimantan Timur Suparmanto (kiri) saat bertanding pada final gulat gaya greco-roman kelas 60 Kg PON Papua di Gor Futsal Dispora, Kabupaten Merauke, Papua, Rabu (13/10/2021). Hasan Sidik menang dan berhasil meraih medali emas. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/YU

Merauke – Kontingen Jawa Timur menjadi juara umum cabang olahraga gulat PON XX Papua dengan memboyong tujuh medali emas selama satu pekan pertandingan di GOR Futsal Dispora, Merauke.

Pegulat Lulut Gilang mempersembahkan medali emas ketujuh bagi Jatim setelah menjuarai nomor Greco-Roman kelas 87 kilogram pada pertandingan hari terakhir, Kamis.

Bertemu wakil tuan rumah Sumurung Siregar di babak final, Lulut Gilang mengantongi keunggulan 4-3 di babak kedua. Ia berupaya menahan serangan pegulat Papua yang ingin mengambil poin di detik-detik terakhir.

Namun, sang pegulat Jatim dapat bertahan dan menyelesaikan laga final dengan keunggulan satu poin guna mengamankan medali emas untuk Jatim.

Pelatih gulat Jatim Fatur Rachman mengatakan bahwa anak asuhnya sebenarnya memiliki peluang meraih dua medali emas pada hari terakhir pertandingan setelah memenuhi target enam medali emas.

Akan tetapi, Agus Fajar yang menjadi tumpuan di Greco-Roman kelas 97 kilogram harus mengakui ketangguhan pegulat Kalimantan Timur Ashar Ramadhani yang membutuhkan waktu hanya 22 detik untuk menutup laga final.

Ashar melakukan bantingan keras dan gulungan yang berbuah sembilan angka untuk kemenangan mutlak atas lawannya dari Jatim.

“Untuk PON kali ini kami melebihi target emas,” kata Fatur ditemui di Merauke.

“Kami meloloskan dua pegulat ke final, tapi kalau dilihat kualitas pemain tadi agak jauh, tambah satu (emas) hari ini sudah cukup bagus.

“Kalau kami lihat hasil yang diperoleh hari ini sepertinya sudah sesuai dengan hasil latihan kami.”

Enam medali emas sebelumnya bagi Jatim dipersembahkan Shintia Eka Arfenda (gaya bebas 50 kg putri), Candra Marimar (gaya bebas 53 kg putri), Varadisa Septi (gaya bebas 76 kg putri), Rachmat Hadi Wijaya (gaya bebas 74 kg), Hasan Sidik (gaya greco-roman kelas 60 kg), dan Dimas Septo Anugraha (gaya bebas 125 kg).

Dengan torehan tujuh medali emas, tujuh perak dan dua perunggu, tim gulat Jatim sekaligus meraih capaian terbaik mereka di pesta olahraga nasional empat tahunan.

Fatur mengatakan salah satu faktor keberhasilan tim gulat Jatim di PON Papua ini adalah kedisiplinan anak-anak asuhannya.

“Disiplin latihan. Anak-anak enggak pernah telat. Telat satu menit itu enggak boleh,” kata Fatur.

Tim gulat Jatim berangkat ke Merauke, Papua, dengan bekal status juara umum pra-PON dan membawa kekuatan 17 atlet, paling banyak di antara kontingen lainnya.

“Kekompakan itu juga penting. Kami jaga terus,” imbuh Fatur.

Tim gulat Kalimantan Timur menempati peringkat kedua dengan koleksi empat emas, dua perak dan enam perunggu.

Sedangkan Jawa Barat sebagai juara umum gulat PON 2016 berada di urutan ketiga dengan meraih dua emas, dua perak dan dua perunggu.

Adapun pegulat Kalimantan Selatan sukses membawa pulang  dua medali emas, sedangkan Papua, Banten dan DKI Jakarta masing-masing berbagi satu medali emas.(antara/*)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: