Polisi Ungkap Alasan Menetapkan 4 Korban Tewas Dalam Insiden Ledakan Petasan di Blitar Sebagai Tersangka

78

BLITAR – Polisi telah menetapkan 5 tersangka dalam kasus ledakan petasan yang terjadi di Dusun Sadeng, Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

Lima tersangka kasus ledakan petasan di Blitar itu diantaranya merupakan empat orang korban tewas, dan satu orang yang kini ditetapkan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).

Empat korban meninggal dunia ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti mengetahui dan meracik bahan petasan.

Hingga menyebabkan ledakan dahsyat yang melukai belasan orang hingga merusak puluhan rumah warga .

“Para tersangka melanggar pasal 1 ayat 1 UU No 12 Tahun 1951. Yakni UU darurat,” ujar Kapolres Blitar Kota AKBP Argowiyono, Rabu (15/3/2023).

Argo menjelaskan, satu orang yang kini berstatus DPO diduga kuat berperan sebagai penyuplai bahan sekaligus yang menyuruh untuk meracik bahan petasan.

“Yang DPO ini diduga kuat adalah yang menyuruh dan menyuplai bahan kepada tersangka lainnya sekaligus yang menjadi korban untuk meracik bahan petasan,” tegasnya.

“Hal tersebut seperti analisa awal merupakan permintaan pembuatan petasan jelang ramadhan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, tragedi Ledakan itu terjadi pada 19 Februari 2023 malam. Kuat dugaan ledakan berasal dari bahan pembuat petasan.

Akibat ledakan tersebut empat orang tewas. Diantaranya pemilik rumah Darman dan kedua anaknya Arifin (28) dan Deni Widodo (23) serta adik ipar Arifin, BN (17).

Selain empat korban meninggal dunia, ledakan juga mengakibatkan puluhan orang luka-luka dan puluhan rumah rusak.(sk)