Polisi Amankan 7 Pelaku Pengeroyokan Dalam Aksi Tawuran Antar Pemuda di Blitar

215

BLITAR – Polres Blitar mengamankan 7 pemuda yang menjadi pelaku pengeroyokan saat terjadi tawuran di Desa Gaprang, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, pekan lalu.

Kasi Humas Polres Blitar Iptu Udiyono mengatakan, aksi tawuran antar pemuda tersebut melibatkan ratusan pemuda dari dua buah perguruan silat. Awalnya kedua kelompok pemuda saling lempar batu hingga kemudian terjadi pengeroyokan. Korban dalam kejadian itu mengalami luka sayatan benda tajam dan luka memar. Selain pengeroyokan mereka juga melakukan pengerusakan sepeda motor di halaman SD Negeri Gaprang 1.

“Ada 7 pemuda yang diamankan dari kejadian tersebut. Mereka kini telah diamankan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” terang Udiyono, Rabu (28/9/2022).

Para pelaku diantaranya ES (21) warga Karangrejo, Garum, RPA (19) warga Bekasi.

Lalu SR (21) warga Rejotangan Tulungagung, JAP (21) warga Sutojayan Kabupaten Blitar, ABF (20) warga Sumberjo Kademangan.

Kemudian FW (20) warga Suruhwadang Kecamatan Kademangan dan JK (16) warga Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar.

Dari peristiwa tersebut, polisi mengamankan barang bukti tujuh pasang baju milik pelaku, video rekaman CCTV, sebuah potongan bambu dan sebuah helm.

Aksi tawuran terjadi di sekitar Jalan Raya Desa Gaprang, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Tawuran tersebut terjadi, Jumat (23/9/2022) malam. Tawuran pecah diduga usai para kelompok pemuda menonton konser di alun-alun Kota Blitar.

Warga setempat yang mengaku menjadi saksi aksi tawuran mengatakan, bahwa awalnya hanya ada sekitar 10 pemuda yang tidak diketahui asalnya. Mereka saling lempar batu sekitar pukul 01.00 WIB. Kemudian semakin malam jumlahnya semakin banyak, bahkan mencapai ratusan.

“Iya denger ramai – ramai itu sekitar pukul 01. 00 WIB. Iya di sekitaran jalan raya ini sudah ramai orang, ya masih remaja mungkin,” ujar salah satu warga Desa Gaprang yang enggan disebutkan namanya.

Keterangan warga ini juga dikuatkan dengan beredarnya video di media sosial. Dari video tersebut terlihat seorang pemuda yang kondisinya bercucuran darah.

Masih kata warga, sangking banyaknya yang terlibat tawuran, selain polisi terlihat petugas TNI diterjunkan ke lokasi kejadian. Massa pun bubar setelah pihak keamanan dari TNI datang ke lokasi membantu polisi.

“Jadi itu semakin malam jumlahnya semakin banyak. Dam baru bubar sekitar jam 03.00 WIB saat datang TNI membantu polisi membubarkan aksi tawuran,” imbuhnya.(sk)