Polisi Akhirnya Menetapkan Suami Korban Sebagai Tersangka dalam Kasus Penemuan Kerangka di Blitar

Satreskrim Polres Blitar Kota Ungkap Pelaku Pembunuhan Mayat di Cor

Blitar – Pihak berwenang akhirnya menetapkan suami korban sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan yang menghebohkan di Kabupaten Blitar. Suami tersebut mengakui perbuatannya membunuh sang istri dengan menggunakan sebatang kayu dua tahun lalu, pada bulan Oktober 2021. Penemuan kerangka manusia yang terkubur dan tercor di dalam rumah menjadi fokus penyelidikan yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Blitar Kota.

Suprio Handono alias Nuhan, suami dari korban, secara resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Blitar Kota. Pengakuan dari tersangka menyebutkan bahwa perbuatan keji itu terjadi dua tahun yang lalu, tepatnya pada bulan Oktober 2021. Korban, Fitriani, ditemukan terkubur di dalam rumah dengan tanda-tanda kekerasan yang jelas.

Tidak hanya memukul istri dengan kayu, tersangka juga mengubur jenazah di dalam sebuah kamar rumah mereka. Setelah melakukan pembunuhan, Suprio Handono melanjutkan tindakan kejam dengan mencor lantai menggunakan beton. Sejumlah barang bukti seperti perhiasan emas, selimut, dan sebatang kayu yang digunakan dalam pembunuhan tersebut turut dipamerkan pada konferensi pers.

Motif di balik aksi kejam ini diduga berasal dari permasalahan rumah tangga yang rumit. Polisi menyimpulkan bahwa perselisihan dalam hubungan suami istri menjadi pemicu terjadinya tindakan pembunuhan yang mengerikan ini.

Dalam konferensi pers, AKBP. Danan Setiyo Pambudi, Kapolres Blitar Kota, menyampaikan perkembangan terbaru dalam penanganan kasus ini. Keputusan menetapkan Suprio Handono sebagai tersangka diambil setelah penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian.

Kematian Fitriani dan penemuan kerangka di Blitar menjadi sorotan masyarakat. Kasus ini menyoroti kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan kehilangan nyawa. Proses hukum akan terus berlanjut untuk mengungkap seluruh fakta dan kebenaran di balik tragedi ini. Sementara itu, Suprio Handono akan menghadapi konsekuensi hukum atas perbuatannya yang keji.