PLN Imbau Masyarakat Tidak Bermain Layangan di Area Jaringan Listrik

85

PLN (Persero) mengimbau masyarakat untuk tidak bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik PLN. Terlebih menggunakan layang-layang berkawat yang dapat menghantarkan listrik. Jika layangan berkawat tersebut menempel pada jaringan listrik PLN, maka dapat menyebabkan hubung singkat atau korsleting yang dapat membahayakan nyawa. Kejadian tersebut dapat berakibat terganggunya pasokan listrik. Termasuk di dalamnya adalah pasokan listrik ke rumah sakit rujukan COVID-19, sentra vaksinasi, pabrik produsen oksigen, dan rumah-rumah sehat isolasi mandiri yang sangat penting perannya dalam penanganan pandemi.

“Setiap tahunnya selalu ada musim layang-layang. Kami selalu mengimbau agar masyarakat bermain di tempat yang tepat serta tidak membahayakan bagi pemain maupun jaringan tenaga listrik. Dengan demikian, tidak mengganggu kepentingan umum,” kata Senior Manager Distribusi PLN UID Jawa Timur, Adriansyah, Kamis (26/8/2021).

Adriansyah menambahkan, PLN terus berupaya menekan gangguan pada sistem kelistrikan akibat layang-layang. Salah satu caranya dengan sosialisasi berkala dan patroli jaringan. Seperti halnya kejadian di Madiun Kota, layang-layang mengenai jaringan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) Penyulang Nglames pada (24/8/2021) lalu. Kejadian serupa pun terjadi di Banyuwangi. Tersangkutnya layang-layang pada ruas penghantar SUTM Penyulang Kaligondo, Rabu (18/8/2021). Tim PLN ULP Genteng UP3 Banyuwangi bergerak cepat membersihkan sisa layang-layang yang mengakibatkan trip Penyulang Kaligondo pada pukul 17.22 WIB. PLN juga menormalkan sistem kelistrikan pada pukul 17.40 WIB.

Hingga 24 Agustus 2021, terdapat gangguan layang-layang pada jaringan SUTM sebanyak 43 kali yang menyebabkan 40 MWh energi listrik tak tersalurkan di Jawa Timur. PLN juga telah bersinergi dengan pihak terkait baik TNI, Polri, serta perangkat desa untuk melakukan razia ke lokasi-lokasi rawan gangguan listrik akibat layang-layang ini. Kegiatan ini secara berkala dilakukan di sejumlah daerah rawan layang-layang.

“Kami memohon kerjasama dan dukungan masyarakat semua untuk dapat mengindahkan himbauan ini demi kenyamanan dan terjaganya pasokan listrik untuk seluruh pelanggan di Jawa Timur,” pungkas Adriansyah. (hjr)