spot_img
Sabtu, Maret 7, 2026
Beranda DKI Jakarta Pimpin Vicon, Kabarhakam Tekankan Arahan Presiden Jokowi Soal PPKM Level 4

Pimpin Vicon, Kabarhakam Tekankan Arahan Presiden Jokowi Soal PPKM Level 4

247

Jakarta – Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Arief Sulistyanto, memimpin video conference (vicon) kepada seluruh jajaran, terkait penanganan pandemi Covid-19 di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Senin (26/7). Selaku Kepala Operasi (Kaops) Aman Nusa II Lanjutan, Arief menekankan beberapa arahan Presiden Joko Widodo selama penerapan PPKM Level 4. Perpanjangan ini berlaku hingga 2 Agustus 2021.

“Intensifkan hasil Ops Aman Nusa II, laksanakan dengan konsisten, proaktif, dan koordinatif,” tekan Arif dalam keterangan tertulis.

Adapun penekanan arahan Presiden Joko Widodo yang harus petugas terjemahkan di lapangan, antara lain, pengaturan operasional pasar tradisional, PKL, dan warung makan. Terkait hal ini, Arief menekankan agar betul-betul memberikan kontrol terkait jam buka dan penegakan protokol kesehatannya.

“Koordinasi dengan Pemda dan Dinas Pasar. Lakukan pengurangan jumlah pedagang di pasar, lalu buatkan atau usulkan lokasi perluasan di luar pasar, hingga pengaturan parkir,” ujar Arief. Sebagaimana penekanan Presiden Jokowi, Arief juga meminta pemetaan wilayah dengan angka kematian tinggi, melakukan pemantauan peningkatan kapasitas RS, isolasi terpusat, hingga peningkatan ketersediaan oksigen. Oleh karena itu, pelaksanaan Operasi Aman Nusa II Lanjutan ini, Arief meminta agar jajaran berkoordinasi dengan Forkompimda, kolaborasi, dan sinergitas. Arief menekankan prokes merupakan aspek penting dalam penurunan jumlah kasus positif. Caranya dengan melakukan sosialisasi dan edukasi masif, baik secara langsung dengan mobil patroli, maupun melalui media sosial.

“Penegakan prokes dengan cara humanis, hindari cara arogan,” tekan Arief. Dalam pelaksanaan 3T, Arief mengarahkan agar mengintesifkan pada level PPKM Mikro dengan berkoordinasi kepada 4 pilar.  Sejauh ini, kata Arief, jumlah tracer di 34 Polda berjumlah 61.217, yang terbagi 58,929 tracer di lapangan 2,288 tracer di ruang digital. Pelaksanaan vaksinasi juga turut menjadi atensi. Untuk itu agar personel memperhatikan dan memastikan jumlah warga yang telah dilakukan vaksin. Arief menekankan agar akselerasi vaksinasi di elaborasi sehingga target herd immunity segera tercapai, di komunitas. (me)