Beranda Berita Permintaan Rekonstruksi Ulang Di Lokasi Kejadian Kasus Pembunuhan Anggota Fatayat NU Badas

Permintaan Rekonstruksi Ulang Di Lokasi Kejadian Kasus Pembunuhan Anggota Fatayat NU Badas

70
0

Permintaan Rekonstruksi Ulang Di Lokasi Kejadian Kasus Pembunuhan Anggota Fatayat NU Badas

LBH NU dan Ansor Kecamatan Badas Kabupaten Kediri akhirnya berkirim surat hembusan Kapolres Kediri paska dari Polsek Pare Kota Sabtu Siang 13 Juli kemarin untuk mendampingi keluarga korban pembunuhan dengan melayangkan surat permintaan adanya rekontruksi ulang dengan lokasi di tempat kejadian perkara di Canggu Badas Kabupaten Kediri dimana LPBH NU Kabupaten Kediri.

Sebagai kuasa hukum keluarga Binti Nafiah, yang terbunuh dalam kejadian pencurian di rumahnya sendiri di Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri meminta kepolisian polsek pare menggelar rekonstruksi di TKP. Atas nama keluarga dan kaum nahdiyin, LPBH NU , menghendaki reka ulang adegan tersebut di lakukan di rumah korban.

Hal sama diungkapkan imam muklas, ketua LPBH NU Kabupaten Kediri mengatakan, melalui rekonstruksi di TKP, semua pihak bisa melihat secara jelas pelaku dan caranya melakukan tindak pidana. Pasalnya, selama ini LPBH NU menerima informasi adanya kejanggalan terhadap kasus tersebut, salah satunya adalah posisi meninggalnya korban terlentang tidur serta masih memakai kacamata.

Disisi lain, Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Badas siap membantu kepolisian dalam mengamankan jalannya rekonstruksi di TKP. GP Ansor akan mengerahkan pasukan banser sebesar 100 hingga 200 personil guna menjamin pelaksanaan reka ulang adegan di lokasi dalam keadaaan aman .dan sejauh ini pihak fatayat nu setempat memberikan juga apresiasi kepihak kepolisian atas pengungkapan pelaku yg kasusnya sudah lebih dari setahun lalu.
Sebelumnya, polsek pare mengamankan pelaku pencurian yang mengakibatkan korban meninggal dunia di rumah Binti Nafiah, anggota Fatayat NU asal Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri. Pelaku bernama sugeng riyadi, asal Dusun Semanding, Desa Tretek, Kecamatan Pare.

Terungkapnya pelaku berawal dari pengembangan kasus pencurian di rumah qomarudin, pada 13 Juni 2019, yang dilakukan pelaku. Dalam pengakuannya, pelaku juga melakukan aksi pencurian di rumah korban, setahun silam.

Sementara itu AKP. Ambika Kasat Reskrim Polres Kediri mengaku terkait hal itu untuk persoalan rekontruksi dilokasi kejadian sebenarnya tidak harus dilakukan karena faktor keamanan dan rekontruksi merupakan kewenangan penyidik sehingga hal itu sudah diatur dalam ketentuan yang ada.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

21 − 20 =