
Kediri – Munculnya Spekulasi akan adanya Perpanjangan PPKM Darurat, tim liputan madu.tv mencoba membuka diskusi melalui Whatsapp Jurnalis Kediri. Dari perbincangan tersebut, terdapat kemunculan berbagai tanggapan dari para warga yang mengaku secara pribadi memberikan pendapatnya.
Salah seorang warga mengungkapkan, “Kalau boleh curhat secara pribadi hati saya nangis liat pedagang kecil. Mereka hanya cari makan untuk keluarganya, tapi harus tutup lapaknya. Saya juga salah satu orang yang ikut berdosa karena ikut menutup akses jalan.” (sumber WA AK). Kemudian ada yang menyatakan, “Sebelumnya maaf, menurut saya perpanjangan PPKM tidak perlu. Alasannya memang dilema antara ekonomi dan kesehatan. Tapi kasihan orang kecil yang cari makan. Sedang untuk pengusaha pasti punya utang yang besar.Ujung-ujungnya nanti PHK. Ada yang tegar dan ada yang frustasi. Salam sehat dan tetap semangat,” (Sumber WA SR)
Mungkin ungkapan itu setidaknya bisa mewakili sedikit maupun banyak kondisi masyarakat. Khususnya di Kediri yang sejauh ini sebagai tempat mencari penghidupan. Sementara itu, sejumlah skenario Pemerintah Daerah dan Instansi terkait untuk menekan laju penyebaran Covid-19 ini sesuai arahan dan pelaksanaan PPKM Darurat. Mulai adanya mematikan lampu pukul 20.00 WIB pada sejumlah jalan yang dianggap menjadi titik titik banyaknya aktivitas warga. Selain itu, ada penyekatan jalur di sejumlah jalan untuk pembatasan mobilitas warga, operasi rutin, dan sosialisasi oleh tim gabungan terhadap pedagang yang masih berusaha lebih dari pukul 20.00 WIB. Hal-hal tersebut memunculkan berbagai ragam komentar para masyarakat. (tim)







