Beranda Berita PERJUANGAN KELUARGA ODHA UNTUK BERTAHAN HIDUP HINGGA DI TERIMA DALAM PERGAULAN BERMASYARAKAT

PERJUANGAN KELUARGA ODHA UNTUK BERTAHAN HIDUP HINGGA DI TERIMA DALAM PERGAULAN BERMASYARAKAT

58
0

Minimnya pengetahuan tentang HIV – AIDS di terima masyarakat, berdampak terhadap orang dengan HIV-AIDS, Odha, untuk di terima dalam pergaulan bermasyarakat. Namun salah satu keluarga Odha di Tulungagung, Jawa Timur, justru telah di terima keberadaanya di tengah-tengah masyarakat setelah hampir 1 tahun melawati diskrimanasi dari warga sekitar. Bahkan kelurga Odha ini, kini nampak sehat, dan bugar, sambil berkarya untuk berjuang bertahan hidup.

Di Dusun Jenggling, Desa Sendang, Kecamatan Sendang, Tulungagung, Jawa Timur inilah, keluarga orang dengan HIV-AIDS, Odha, tinggal. Di rumah semi permananen , Juni, bersama istrinya Dasmi Dwi Setyorini, beserta anak semata wayangnya, yang kini duduk di bangku taman-taman kanak, berupaya bertahan hidup, menghadapi Virus HIV-AIDS yang terus menggerogiti kekebalan tubuhnya.

Sejak mengindap HIV-AIDS tahun 2017 lalu juni, beserta istrinya tidak lagi bekerja, yang dulunya, juni, bekerja serabutan disekitar desanya , kini memanfaatkan dana bantuan yang diperuntukan anaknya, mulai menata hidupnya, dengan membuat batako, di samping rumah. Di bantu sang istri, setiap hari, mampu mencetak batako, lebih dari 150 batako, itupun kondisinya tengah sehat dan bugar.

Juni beserta istri, dan anaknya, dalam keseharian nampak sehat dan bugar, meski di dalam tubuhnya menjalar virus yang mematikan , karena rajin konsultasi dengan petugas komisi penanggulangan aids, KPA , Tulungagung , serta setiap hari , rajin minum Obat Anti Retro Viral , ARV . Rutinnya, minum obat ARV , membuat Juni dan keluarganya , kini dengan leluas bisa bersosialisasi dengan warga lainnya .

Tidak mudah bagi Juni dan keluarganya , di terima dalam pergaulan warga sekitar desanya , karena setelah kedapatan terpapar virus HIV-AIDS di tahun 2017 lalu , hampir seluruh warga didesanya , mengucilkannya hingga mendapat perlakuan yang ekstrim yang juni dapat . Bahkan , sang anak , yang kini berusia 5 tahun , juga mendapat perlakuan yang sama dengan kedua orang tuanya , baik dilingkungan sekitar rumah maupun disekolahnya .

Kini bersama penggiat HIV-AIDS dan sesama Odha Di Tulungagung , terus melakukan kampanye atau sosialisasi , tentang bahaya HIV-AIDS , dan berperilaku hidup sehat . Bahkan Juni dan keluarganya , yang sempat mendapat pelatihan berwiraswasta di Sukabumi , Jawa Barat , tidak segan-segan berbagi cerita dengan sesama Odha , maupun orang yang normal .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

57 + = 60