Beranda Berita Percepat Akselerasi Pembangunan Bupati Nganjuk Melantik 12 Eselon Dua

Percepat Akselerasi Pembangunan Bupati Nganjuk Melantik 12 Eselon Dua

124
0

Percepat akselerasi pembangunan, Bupati Nganjuk melantik 12 eselon dua di lingkungan Pemkab Nganjuk. Pelantikan pejabat eselon dua ini sudah mendapat persetujuan kasn dan kandidat yang terpilih merupakan hasil dari rekemondasi tim pansel yang telah melakukan assesment.
12 pejabat eselon dua yang dilantik yakni Judi Ernanto yang menduduki sebagai kepala dinas pertanian, Selamet Basuki yang dilantik menjadi Kepala Dinas Kominfo, Suharono sebagai Asisten Administrasi Umum, Samsul Huda sebagai staf ahli bidang hukum N politik, Muslim Harsoyo menduduki jabatan baru sebagai staf ahli bidang keuangan dan pembangunan, Nafhan Tohawi menduduki kepala dinas sosial dan PPA, Kartimah Kepala Dinas DPKAD, Agus Prihannedy menjabat sebagai Kepala Disnakerkop dan Um, Tri Wahyu Kutjoro sebagai kepala dinas lingkungan hidup, Haris Jadmiko Kepala Dinas PMD, Sopingi menjabat sebagai Kepala BKD, Adam Muharto Kepala Bappeda.
Ke 12 pejabat eselon dua tersebut dilantik langsung oleh Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat, dan dibawah sumpah Kitab Suci Al-Quran. Bupati Nganjuk menuturkan pengisian baru sejumlah pejabat tersebut untuk mempercepat akselerasi pembangunan dan percepatan dibawah komandonya. Ia mengklaim pengisian jabatan sama sekali tidak ada suap menyuap, seperti isu-isu yang banyak digulirkan. penerimaan 12 pejabat tersebut berdasarkan rekomendasi dari tim panitia seleksi yang telah ditunjuk dan mereka yang terpilih merupakan satu dari tiga nama yang diajukan tim pansel ketika proses seleksi yang diikuti puluhan pejabat.
Sementara itu ada hal menarik yang disampaikan salah satu tim pansel dihadapan seluruh pejabat yang hadir. Ia mengaku sudah menjadi tim pansel sejak jaman kepemimpinan Bupati Taufiq Rahman yang kini di penjara karena kasus jual beli jabatan. Ia menyampaikan di jaman bupati sebelum Novi, rekomendasi tim pansel pejabat eselon dua sebelumnya memang sangat politis ini terbukti dengan Bupati Nganjuk yang tidak pernah mengindahkan rekomendasi dari tim pansel. Ia menyebut di salah satu pengisian jabatan padahal sudah ada 3 nama yang keluar, namun yang terjadi ketiga tiganya tidak pernah dilantik dan justru yang dilantik adalah orang yang tidak mengikuti seleksi. Ia menyebut indikasi terjadinya jual beli jabatan sangat kental.
Ia menuturkan proses seleksi jabatan kali ini dinilai sangat transparan mengingat semua peserta yang tidak lolos seleksi bisa melihat nilainya di BKD atas seijin bupati. Ia bahkan menyebut proses seleksi ini nol rupiah atau tidak ada jual beli jabatan. Usai dilantik secara resmi ke 12 pejabat tersebut akan bekerja di OPD-nya masing-masing. Bupati berpesan kepada ke seluruh pejabat untuk memberikan pelayanan maksimal. Ia juga menyingung jika ada yang bermain dengan jabatan dan amanah yang diberikan terutama untuk memperkaya diri, ia tidak segan mencopot dan melaporkan ke pihak berwajib. Sementara itu untuk pengisian jabatan yang sebelumnya dijabat oleh ke 12 pejabat yang sekarang dilantik secepatnya akan diangkat plt sampai pengisian pejabat definitif selesai. Gelombang mutasi akan terus bergulir tidak hanya di golongan dua. dalam waktu dekat ini beredar kabar mutasi di tingkat eselon tiga, mutasi dilakukan untuk oenyegaran dan percepatan pembangunan sesuai visi dan misi bupati dan wakil bupati nganjuk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

34 − = 32