spot_img
Trending
Rabu, Mei 13, 2026
Beranda Aceh Pengungsi Rohingnya Kembali Ditolak Oleh Masyarakat Aceh Utara

Pengungsi Rohingnya Kembali Ditolak Oleh Masyarakat Aceh Utara

290

ACEH – Kedatangan imigran Rohingya dalam gelombang ketiga ini menjadi perhatian utama di Provinsi Aceh, khususnya di Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara. Sebanyak 249 orang, terdiri dari 78 laki-laki, 108 perempuan, dan 54 anak-anak, akhirnya mendarat di pantai Desa Ulee Madon, Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara pada pukul 16.00 WIB. Meskipun sempat mengalami penolakan dari sebagian warga, kisah ini juga mencerminkan kepedulian dan solidaritas yang tinggi dari masyarakat setempat.

Setelah turun dari kapal mereka, imigran Rohingya membawa tas dan barang bawaan lainnya. Beberapa perempuan tampak berbaring di pasir, menunjukkan kondisi kelelahan setelah perjalanan panjang. Warga sekitar, meskipun ada yang menolak kedatangan mereka, juga mulai berdatang ke lokasi untuk memberikan bantuan.

Masyarakat setempat, seperti di Kecamatan Jangka Bireuen, telah menunjukkan sikap yang sama dengan warga Aceh Utara sebelumnya, yaitu memberikan bantuan dan kepedulian kepada imigran Rohingya. Mereka memberikan makanan, pakaian, serta membantu memperbaiki kapal yang digunakan oleh imigran tersebut. Bahkan, bantuan berupa bahan bakar minyak juga diberikan kepada mereka.

Panglima Laut Aceh, Miftach Tjut Adek, menyatakan bahwa pemerintah setempat dan masyarakat Aceh telah berbuat maksimal dalam memberikan bantuan kepada para pengungsi Rohingya yang terus berdatangan. Namun, dia juga menyoroti kurangnya perhatian dari pemerintah pusat terhadap masalah ini. Miftach mendesak pemerintah pusat untuk bertanggung jawab penuh terhadap situasi ini, bukan hanya mengandalkan pemerintah daerah.

Sebelumnya, dalam tiga hari terakhir, Aceh telah menerima ratusan pengungsi Rohingya. Pada tanggal 14 November 2023, sebanyak 200 orang tiba di Pantai Gampong Blang Raya, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, beberapa di antaranya melarikan diri. Kemudian, pada 15 November, 147 imigran Rohingya kembali mendarat di Pantai Beurandeh, Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie. Pada Kamis kemarin, Aceh kembali kedatangan kapal imigran Rohingya di Pantai Jangka, Kabupaten Bireuen, dan Aceh Utara, meskipun mereka menghadapi penolakan dari sebagian warga setempat.

Kita berharap bahwa situasi ini dapat menjadi perhatian utama dan mendapatkan solusi yang baik dari pemerintah pusat, sambil tetap menghargai sikap kepedulian dan solidaritas yang telah ditunjukkan oleh masyarakat Aceh selama ini. Semoga imigran Rohingya dapat menerima bantuan dan perlindungan yang layak dalam perjalanan mereka mencari tempat yang aman.