Beranda Berita Penghentian Aktivitas Penambangan di Kediri

Penghentian Aktivitas Penambangan di Kediri

109
0

Kediri ( madu.tv) – – – Penambangan Ilegal dilahan CV Adhidjojo Dihentikan Paksa.  CV. Adhidjojo pemilik izin resmi penambangan merasa dirugikan akibat adanya penambangan liar yang dilakukan oleh BS.Dari kegiatan itu pihak pemilik resmi ijin galian mengalami kerugian secara materi hingga puluhan juta rupiah.  Peristiwa itu terjadi di Dusun Jember, Kunjang Kabupaten Kediri.

Sejauh ini Moh Khabibi selaku pemilik izin tambang CV. Adhidjojo melalui kuasa Hukumnya Imam Mohklas menuturkan, kejadian berawal saat pertama kali BS mau melakukan tindakan menggali dilahan milik CV. Adhidjojo. Dan pihak  direksi selaku pemilik ijin tambang tidak memperbolehkan adanya tindakan menggali dan menanyakan siapa yang akan bertanggungjawab atas tindakan tersebut.

” BS pun membuat Surat penyataan berisi siap bertanggungjawab penuh, terhadap aktivitas penambangan liar yang dioperasikannya, “jelasnya, Jumat (12/7/19).

Menurut Iman Mohklas, Sesuai surat pernyataan yang dibuat BS sebagai penambang liar dilahan milik CV. Adhidjojo sudah melakukan penggalian mulai tanggal 8 Juli 2019 dengan membawa 2 bego yang digunakan untuk menggali dilahan milik CV. Adhidjojo secara ilegal. Dan Pihak CV Adhidjojo, sudah beberapa kali memberikan peringatan terhadap aktivitas tersebut namun tidak di indahkan oleh penambang itu yang dianggap melakukan tindakan yang tidak tepat.

“Sebetulnya permasalahan ini sudah dilaporkan kepada pihak berwajib, sehingga pihak CV. Adhidjojo melakukan upaya untuk menghentikan aktivitas terhadap eskavator yang beroperasi secara ilegal didalam tambang, “jelas Imam Mohklas.

Lebih Lanjut Iman Mohklas juga mengatakan, sesuai dengan keputusan Gubenur nomor P2T/61/15.02/VII/2017, tentang usaha pertambangan (IUP) operasi produksi milik CV. Adhidjojo, dimana wilayah usaha pertambangan ini milik kline kami dan selain adanya aktivitas penambangan oleh pihak lain ada dugaan keras hal itu termasuk melakukanpenambangan ilegal.

“Namun disayangkan, dari hasil dilapangan ada temuan dugaan adanya oknum perangkat didesa tersebut “membekingi” usaha penambangan ilegal tersebut, “ucap Imam Mohklas.

Ia juga menambahkan, Kami juga meminta untuk dua alat eskavator keluar dari wilayah tambang dan kami tidak menghendaki bagi pihak pihak yang tidak memiliki ijin melakukan penambangan diwilayah milik CV. Adhidjojo.

“Kedua belah pihak tadi juga sempat sudah dilakukan mediasi di Polres Kediri, akan tetapi dari hasil mediasi belum membuahkan hasil, “ungkap Imam Mohklas

Lebih lanjut pihaknya menegaskan, ada kekwatiran atas aksi  penyerobotan lokasi aktivitas tambang ini yang terus berkelanjutan dan mengganggu aktivitas penambangan CV. Adhidjojo sehingga pihaknya akan melakukan laporan ke POLDA Jatim dalam waktu dekat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 2 = 2