Connect with us

Ragam

Pemkot Jakbar Berikan Bantuan kepada 675 Anak Yatim Korban COVID-19

Diterbitkan

pada

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerahkan beasiswa kepada anak yang menjadi yatim-paitu akibat orang tuanya terkena virus corona (COVID-19) di Cilincing, Jakarta Utara, Ahad (26/9/2021). ANTARA/HO-Humas Pemprov DKI Jakarta.

Jakarta – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat telah memberikan bantuan sembako hingga beasiswa bagi 675 anak yang menjadi yatim-piatu akibat orang tuanya meninggal setelah terpapar virus corona (COVID-19).

“Kita berikan stimulus, bantuan berupa pembagian sembako, baik dari Bazis maupun CSR terkait yang peduli terhadap anak yatim,” kata Wali Kota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko saat ditemui di kantornya, Rabu.

Bantuan itu sudah diberikan beberapa kali demi memastikan para anak yatim-piatu tersebut bisa hidup dengan layak.

“Ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian. Kita tetap awasi sehingga anak anak ini tetap dalam kondisi baik,” kata Yani.

Bantuan tersebut diberikan sambil menunggu bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Yani memastikan pihaknya akan selalu memperhatikan nasib anak yatim-piatu tersebut agar tetap bisa hidup layak di tengah pandemi.

Pemkot Jakarta Barat melalui Suku Dinas (Sudin) Sosial Jakarta Barat sudah mengirimkan data jumlah anak-anak yang orang tuanya menjadi korban meninggal akibat virus corona (COVID-19) ke Kemensos.

“Sampai saat ini kita telah berkirim surat, belum ada info lebih lanjut,” kata Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Suku Dinas Sosial (Kabag Kesra Sudinsos) Jakarta Barat, Abdurrahman Anwar.

Anwar mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat tersebut bulan lalu. Dalam surat tersebut tertera jumlah anak yatim-piatu korban COVID-19 di Jakarta Barat mencapai 675 orang.

Ratusan anak yatim-piatu itu telah didata dari delapan kecamatan yang tersebar di wilayah Jakarta Barat.(wm/antara/*)

Continue Reading
Advertisement

Blitar

Seorang Pencari Ikan di Blitar Tewas Tersengat Alat Strum Ikan

Diterbitkan

pada

Blitar – Mencari ikan di sungai wajarnya orang lakukan degan menggunakan jaring atau pancing. Namun demikian, banyak yang menggunakan cara-cara berbahaya demi hasil melimpah. Seperti dengan cara setrum.

Andri Siswanto (33) Warga Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, tertemukan meningal dunia di sungai Mandesan saat mencari ikan. Ia terduga tersengat alat setrum ikannya sendiri.

Kasi Humas Polres Blitar Udhiyono mengatakan, pada hari minggu (24/10/2021) korban dan saksi sedang mencari ikan mengunakan setrum lalu saksi pulang duluan. Namun sejak minggu korban tidak pulang,setelah di cari korban ternyata sudah dalam kondisi meningal dunia di sungai.

“Jadi korban sejak minggu tidak pulang lalu pada Selasa sekiranya pukul 10. 00 Wib saksi mencari ternyata korban sudah meningal,” kata Kasi Humas Polres Blitar Udhiyono Rabu (27/10/2021).

Udhiyono menambahkan,mengetahui kejadian tersebut,lalu saksi melaporkan kejadian tersebut,ke Polsek Selopuro. Petugas yang mendapatkan laporan lalu mendatangi lokasi bersama tim identifikasi Polres Blitar.

“Dari hasil pemeriksaan petugas dari tubuh korban tidak ditemukan tanda tanda kekerasan dugaan sementara meningalnya korban akibat tersengat setrum yang digunakan mencari ikan,” ujarnya

Sementara,pihak keluarga tidak bersedia dilakukan otopsi,pihak keluarga menerima sebagai musibah dan membawa korban ke rumah duka,” pungkasnya. (sk)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: