
Blitar – Dalam upaya mengantisipasi lonjakan jumlah kasus Covid-19, Pemerintah Kota Blitar menyiapkan sejumlah alternatif tempat isolasi. Sekretaris Satgas Covid-19 Kota Blitar, Hakim Sisworo, mengatakan bahwa ada tiga alternatif tempat yang disiapkan jika kapasitas ruang isolasi di semua Rumah Sakit penuh.
Untuk alternatif pertama, yaitu dengan memfungsikan Puskesmas Kepanjenkidul sebagai Rumah Sakit Darurat untuk merawat pasien Covid-19. Alternatif yang kedua, dengan mendirikan sejumlah tenda darurat di halaman RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar untuk perawat pasien Covid-19. Alternatif ketiga, Satgas akan menggunakan GOR Soekarno-Hatta yang berada di depan RSUD Mardi Waluyo sebagai ruang perawatan bagi pasien Covid-19.
“Saat ini yang sudah siap Puskesmas Kepanjenkidul ,kita juga berancane mendirikan tenda di halaman RSUD Mardi Waluyo. Kalau di GOR masih butuh pembenahan bangunannya,” kata Hakim, Kamis (15/7/2021). Ia juga mengatakan, saat ini, kapasitas tempat tidur di ruang isolasi baik di RS Rujukan maupun RS Penyangga masih tersedia.
Kota Blitar mempunyai satu RS Rujukan dan empat RS Penyangga. Satu RS Rujukan, yakni RSUD Mardi Waluyo serta empat RS Penyangga, yaitu, RSU Aminah, RSI Aminah, RS Syuhada Haji, dan RSK Budi Rahayu. Kapasitas ruang isolasi ICU dari semua RS sebanyak 17 bed, sedang kapasitas ruang isolasi harian sebanyak 208 bed. Sekarang tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di ruang isolasi ICU sekitar 88 persen dan tingkat keterisian tempat tidur di ruang isolasi harian sekitar 83,65 persen.
“Untuk RS Syuhada Haji penuh. Sedang RS lainnya masih tersedia tempat tidur di ruang isolasi,” katanya. (sk)







