PEMBANGUNAN AREA MAKAM SYEKH SULUKHI DISEBUT MERUSAK NILAI CAGAR BUDAYA

304

NGANJUK – Pembangunan makam bersejarah Syech Sulukhi, Desa Wilangan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, disebut justru merusak konteks nilai kesejarahan.

Saat ditinjau pada 12 Desember 2022, Dinas Porabudpar Nganjuk menemukan pengecoran pada sisa bagian area Cungkup lama dan sejumlah bata kuno dipindahkan dari lokasi aslinya. Bahkan panitia pembangunan membuat lubang yang keperuntukannya tidak jelas.

Dalam sejarahnya, Syech Sulukhi merupakan murid dari Sunan Ampel yang saat itu diutus mencari logistik dan perbekelan untuk kepentingan membangun Masjid Demak hingga akhirnya meninggal di Kecamatan Wilangan tersebut.

Saat melakukan peninjauan, pegawai Disporabudpar Nganjuk Amin Fuadi menilai kondisi cagar budaya ini sangat memprihatinkan. Dikatakannya, pengecoran itu dilakukan oleh panitia pembangunan tanpa melakukan pemberitahuan dan koordinasi dengan Disporabudpar Nganjuk. Pembangunan tersebut dinilai merusak sisa peninggalan bersejarah yang ada.

Disporabudpar Nganjuk tak melarang adanya pembangunan untuk fasilitas peziarah, namun harus mempertahankan benda purbakala peninggalan Syech Sulukhi.

Sementara itu, menurut Juru Kunci Makam Syech Sulukhi Damiran Darmo Pawiro mengatakan, pembangunan tersebut dilakukan karena seiring berjalannya waktu peziarah yang datang semakin banyak. Ditambahkannya, bata yang berada di sekitar Makam Syekh Sulukhi tersebut dipindahkan lantaran direncanakan akan dibuatkan tempat khusus di sebelah barat makam.

Atas dugaan pengerusakan ini, pihak Disporabudpar Nganjuk berencana akan melaporkan tindakan tersebut kepada pihak kepolisian agar hal serupa tidak terjadi di lokasi bersejarah lainnya.