Connect with us

Ragam

Pemakaman Jenazah Max Sopacua Diwarnai Isak Tangis Keluarga

“Tidak ada kata yang lebih tepat, kecuali terima kasih kami ucapkan kepada semuanya, mohon papa kami dimaafkan jika ada khilaf”

Diterbitkan

pada

Anak-anak Max Sopacua tertunduk dan menangis saat menabur bunga di makam ayahandanya di Pemakaman keluarga di Gang Sadar, Ciomas Rahayu, Kabupaten Bogor, Rabu (17/11/2021). (ANTARA/Linna Susanti)

Kota Bogor – Pemakaman jenazah penyiar sekaligus politikus Partai Demokrat Max Sopacua di Gang Sadar, RT02/RW01, Kelurahan Ciomas Rahayu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Rabu siang, diwarnai isak tangis keluarga​​​​​​​.

Jenazah Max berangkat dari rumah duka di Gang Kepatihan Kelurahan Ciomas Rahayu, Kabupaten Bogor pada pukul 13.00 WIB menggunakan mobil ambulans Partai Demokrat.

Setibanya di Gang Sadar, keranda jenazah Max digotong oleh anaknya Ferro dan warga sekitar menuju lokasi pemakaman keluarganya.

Max dimakamkan satu liang lahat dengan istrinya Tutie Irawati. Ketika jenazah mulai dibuka dari keranda dan diadzani Ferro, tangisnya dan anggota keluarga lain pun tak tertahan.

Pemakaman terus berlanjut hingga tanah mulai menutupi liang lahat dan tangis nampak tetap tak tertahan dari anggota keluarga.

Kepergian politikus Indonesia yang pernah menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) selama dua periode pada 2004–2009 dan 2009–2014 itu pun dihadiri warga sekitar.

Max yang merupakan tokoh senior Partai Demokrat, selama di DPR ia mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat IV (2004–2009) dan Jawa Barat V (2009–2014) dan bertugas di Komisi IX dan I DPR, begitu berkesan bagi keluarga.

Sekitar pukul 13.30 WIB, usai tanah menutupi makam ayahnya, Ferro pun memohon doa dan maaf atas segala kekhilafan yang mungkin dilakukan ayahandanya selama hidup.

Ferro pun menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran warga yang mengiringi pemakaman Max.

“Tidak ada kata yang lebih tepat, kecuali terima kasih kami ucapkan kepada semuanya, mohon papa kami dimaafkan jika ada khilaf,” katanya.(antara/*)

Continue Reading
Advertisement

Jawa Timur

Terjun di Zona Merah, Tim Gabungan BPBD Kediri Berhasil Evakuasi Korban

Diterbitkan

pada

Sumber : Hasil tangkap layar Youtube Redaksi Madu TV

Lumajang – Tim Gabungan Relawan BPBD Kota Kediri diterjunkan di zona merah pasca erupsi Gunung Semeru di Lumajang. Sebelum keberangkatan, tim menggelar apel pemberangkatan tim SAR penyisiran dan evakuasi korban erupsi Gunung Semeru Senin (6/12) di lapangan Desa Sumberwuluh. Tim SAR gabungan terdiri dari TNI, POLRI dan Relawan.

Pencarian korban difokuskan di zona merah Gladak Perak yang mengalami kerusakan paling parah. Di mana jembatan putus dan jalan tertutup material longsoran letusan.

Basarnas memberikan tugas kepada Tim Gabungan Relawan BPBD Kota untuk melakukan proses evakuasi di ring zona merah Gladak Perak karena daerah tersebut rawan luncuran lahar dingin awan panas dan longsoran material letusan.

Ketua DPD PEKAT IB, Roy Kurnia Irawan mengatakan, mereka melakukan proses evakuasi di zona merah. Setelah sampai di lokasi, tim langsung melakukan proses penyisiran dari rumah ke rumah mencari korban yang mungkin belum sempat mengungsi.

Namun, tiba-tiba terjadi luncuran lahar dingin dan awan panas disertai bau belerang. Usai tim melakukan koordinasi dengan Ketua FPRB, Joko/Aji, tim memutuskan membawa sekitar 20 warga (lansia, wanita dan balita) untuk kembali ke posko pengungsi.

Selama dua hari di zona merah tim berhasil mengevakuasi sekitar 30 warga dengan menggunakan ambulance dan mobil evakuasi milik BPBD. (red)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: