Connect with us

Jawa Timur

Pelayanan Posyandu Jiwa, Diganti dengan Pemeriksaan Rutin

Diterbitkan

pada

Kediri – Pemkab Kediri memberikan perhatian dan kepedulian khusus. Khusus bagi warga yang tergolong dengan gangguan jiwa atau ODGJ. Salah satu bentuk perhatiannya adalah ketersediaan posyandu jiwa bagi mereka. Namun pada masa pandemi ini, pelayanan tersebut secara terbatas. Untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 di kalangan ODGJ dan tenaga medis.

Posyandu jiwa sudah lama ada di Kabupaten Kediri, seperti yang berjalan di Puskesmas Mojo. Sama seperti posyandu lain. Bedanya dalam pusat pelayanan ini adalah pasiennya berasal dari kelompok ODGJ. Melalui posyandu jiwa, pada pasien datang untuk di periksa kesehatannya secara umum. Juga beri pelatih untuk mengurangi kekambuhan gejala-gejala yang di rasakan.

Indra Basuki, selaku petugas kesehatan jiwa Puskesmas Mojo mengatakan, penanganan ODGJ. Tak melulu pada pemberian obat secara teratur, tetapi harus dengan berbagai pendekatan. Seperti yang ada pada program posyandu jiwa. Melalui posyandu jiwa, petugas melakukan sejumlah treatment atau perlakuan khusus. Untuk mencegah terjadinya kekambuhan pada ODGJ. Kegiatan ini pun hanya dapat berjalan maksimal apabila melibatkan seluruh elemen dalam tiga pilar.

Masih kata Idra, sejak pandemi melanda, posyandu jiwa hanya bisa secara terbatas. Dengan tujuan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Layanan tersebut di ganti dengan pemeriksaan kesehatan rutin setiap satu bulan sekali. Saat pasien mengambil obat di puskesmas.

Mengingat jumlah penderita OGJD di wilayah Kecamatan Mojo, cukup banyak. Pihak puskesmas mendorong agar tiap-tiap desa bisa mendirikan posyandu jiwa. Sebab, dalam aturannya, jika dalam satu desa menemukan paling sedikit 5 pengidap gangguan jiwa. Maka harus mendirikan posyandu jiwa sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakatnya. (me)

Continue Reading
Advertisement

Jawa Timur

Malang Lahirkan 2000 Petani Milenial

Diterbitkan

pada

Jatim – Kabupaten Malang menjadi salah satu dari 4 kabupaten di Jawa Timur yang menerima program pemerintah YESS (Youth Enterpreneurship and Employment Support Services). Targetnya hadir 2000 petani milenial dari Kota Apel ini.

Program YESS menjadi bagian upaya pemerintah melalui Kementrian Pertanian bekerjasama dengan IFAD (International Fund for Agricultural Development). Tim tersebut mempunyai cita-cita untuk menciptakan wirausahawan muda yang milennial tangguh, mandiri dan berkualitas. Awal Oktober 2021 ini, pekik semangat dan kiprah petani milenial mulai terasa di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Program YESS di kabupaten Malang ini berkolaborasi dengan Dinas Tanaman Pangan hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) beserta dinas terkait untuk dapat menyukseskan harapan mulia ini.

Komando oleh Dr Budiar M.Si selaku kepala dinas, maka sudah siap beberapa trainer untuk melatih generasi muda ini. Trainer trainer ini berasal dari lembaga yang berkompeten. Mereke memberikan materi materi.

Adapun jumlah petani muda yang terlatih pada tahun 2021 ini khusus di Kabupaten Malang hampir berjumlah 2000 orang. Terbagi dalam beberapa tahap kegiatan program. Program ini mempunyai jadwal yang tersusun dengan baik. Tiap jadwal mempunyai modul materi yang tersampaikan agar generasi muda mempunyai wawasan dan pengetahuan tentang wirausahawan muda. Nantinya sebagai job creator dan job seeker baik untuk pribadi ataupun untuk orang lain.

15 BDSP terdiri dari BPP (Balai Penyuluhan Pertanian), P4S (Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya), BLK (Balai Latihan Kerja), PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu). Kemudian lembaga pelatihan lainnya yang dinas atau instansi miliki terkait lainnya.

PLUT kabupaten Malang sendiri yang dipimpin Fakhrudin Ali Ahmad terpilih menjadi lokasi. Hal tersebut karena PLUT sendiri merupakan sentra UMKM yang mempunyai 5 unit kegiatan yang bersentuhan langsung dengan UMKM yang ada di kabupaten Malang. (jal)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: