Beranda Berita Pasien BPJS Tak Bisa Naik Dua Kelas Rawat

Pasien BPJS Tak Bisa Naik Dua Kelas Rawat

319
0

Berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan Nomor 51 Tahun 2018, yang mengatur urun biaya dan selisih biaya untuk Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat atau JKN-KIS, pasien rawat inap BPJS kesehatan tidak boleh mengganti kelas pelayanan, lebih dari dua tingkat. Kepala biro hukum dan organisasi kementerian kesehatan, sundoyo mengatakan, dengan batasan kenaikan kelas itu, diharapkan masyarakat jujur membayar iuran BPJS kesehatan, sesuai dengan tingkat kemampuan finansial mereka.

Kepala biro hukum dan organisasi kementerian kesehatan, Sundoyo mengatakan, meski mampu membayar selisih biaya naik tingkat dua kelas, sesuai regulasi yang ada peserta BPJS tidak diizinkan mengambilnya.aturan ini dibuat agar masyarakat dapat bertanggung jawab dengan kelas yang dipilih, saat melakukan registrasi kepesertaan BPJS kesehatan. Dengan batasan kenaikan kelas ini, diharapkan masyarakat jujur membayar iuran BPJS kesehatan, sesuai dengan tingkat kemampuan finansial mereka.

Di sisi lain, kemenkes bersama perhimpunan rumah sakit seluruh indonesia (Persi) mempunyai tim, untuk mengawasi rumah sakit yang mengharuskan pasien BPJS mengganti kelas pelayanan. Karena aturan ini dibuat tidak hanya untuk kepentingan pasien, namun juga pihak penyelenggara. Hal ini disampaikan Sundoyo dalam konferensi pers pengenaan urun dan selisih biaya dalam program JKN, di Jakarta, Senin siang.

Meskipun permenkes ini sudah disosialisasikan, baru dua hal yang sudah diatur oleh menteri kesehatan, yaitu tata cara dan besaran urun biaya dan selisih biaya. Sedangkan mengenai jenis pelayanan, Sundoyo menegaskan belum ada usulan dari pihak terkait.

Kemenkes belum bisa memastikan kapan aturan urun biaya akan diimplementasikan, karena butuh proses yang cukup panjang hingga akhirnya nanti ditetapkan oleh Menkes.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 + 6 =