Pamekasan – Menjelang Hari Raya Idhul Adha 1442 Hijriyah, pedagang hewan kurban di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mengeluh sepinya pembeli yang terduga akibat PPKM di Pamekasan. Sehingga, omset pedagang pun menurun drastis hingga 70 persen dari tahun sebelumnya.
Lima hari menjelang Hari Raya Idhul Adha atau bulan kurban, permintaan hewan kurban, khususnya kambing biasanya ramai. Di masa PPKM Darurat kali ini justru pedagang mengeluh sepinya pembeli. Seperti yang pedagang di pusat penjualan kambing rasakan. Ia biasa berjualan di Jalan Bayangkara, Desa Laden, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Sudah sejak seminggu yang lalu hingga hari Kamis. 5 hari menjelang hari raya kurban, biasanya pedagang mampu menjual belasan kambing setiap harinya. Akan tetapi kali ini hanya kisaran 2 hingga 3 perharinya.
Pedagang mengaku semenjak PPKM Darurat di Pamekasan, permintaan kambing kurban menurun drastis hingga 70 persen. Jika dibanding tahun sebelumnya yang sama-sama dalam masa pandemi Covid-19.
Upaya pemerintah untuk menekan mobilasi warga juga berdampak pada pengiriman hewan kurban seperti kambing dari Jawa ke Madura. Dengan begitu, harga kambing kurban juga naik dari harga biasa, dari kisaran harga 2 juta hingga 3 juta setengah setiap ekornya.
Pedagang kambing kurban musiman ini berharap, semoga wabah Covid-19 secepatnya hilang. Hal tersebut agar aktifitas serta prekonomian masyarakat kembali normal seperti biasanya. (ry)







